TNI AD Seleksi Prajurit ke Gaza, Fokus Kesehatan dan Psikologi Prajurit

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono mengatakan proses seleksi prajurit TNI AD yang dipersiapkan untuk misi perdamaian termasuk ke Gaza fokus pada kondisi kesehatan dan psikologi prajurit.
"Di lingkungan TNI AD sendiri, seleksi dilakukan secara ketat dan bertahap, dengan penekanan utama pada kondisi kesehatan dan psikologi prajurit, mengingat karakteristik tugas perdamaian yang menuntut ketahanan fisik, stabilitas mental, dan kemampuan bekerja dalam lingkungan berisiko tinggi," kata Donny di Jakarta, Kamis (20/11).
Baca Juga: Pushidrosal Gelar Rakor Nasional, Tata Kelola Pipa-Kabel Bawah Laut Diperketat
Selain seleksi tersebut lanjut Donny pihaknya juga memastikan setiap prajurit wajib memahami secara menyeluruh mandat misi, resolusi yang menjadi dasar penugasan, serta rules of engagement atau aturan pelibatan yang akan diberlakukan. Ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan sekecil apa pun dalam pengambilan keputusan di lapangan, serta memastikan seluruh tindakan prajurit selalu berada dalam koridor hukum internasional dan ketentuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Prinsipnya, TNI AD selalu memastikan bahwa setiap prajurit yang diberangkatkan ke misi perdamaian adalah personel yang paling layak, terlatih, dan siap menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi," kata Donny.
Untuk diketahui Presiden Prabowo Subianto berencana mengirim pasukan perdamaian ke Gaza, setelah mendapat persetujuan Dewan Keamanan PBB ataupun melalui ISF, organisasi yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Baca Juga: Indonesia-Amerika Serikat akan Gelar Latihan Bersama di Batam pada Desember Mendatang
Hal ini dipastikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai menerima kunjungan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania, Mayor Jenderal Pilot Yousef Ahmed Al-Hunaity beberapa waktu lalu.
Menanggapi ini, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan saat ini seleksi prajurit tiga matra untuk dikirim sebagai pasukan perdamaian ke Gaza masih berlangsung.
TNI lanjutnya masih menunggu mandat final dari Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan keputusan politik pemerintah terkait pengiriman pasukan ini. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































