HANKAM

Tiga Kapal Perang Cina Masuk Jakarta, Apa Misinya?

Jajaran Kodaeral III
Jajaran Kodaeral III menyambut kedatangan tiga kapal perang Angkatan Laut Cina di Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (7/12). (Foto: Dok. Kodaeral III)

Jakarta, IDM – Tiga kapal perang milik Angkatan Laut Cina (PLA Navy) tiba di Jakarta pada Minggu (7/12) dan merapat di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ketiganya datang sebagai bagian dari misi latihan laut jauh sekaligus kunjungan persahabatan ke Indonesia.

Kapal pertama yang masuk adalah PLANS Chang Bai Shan (989), kapal angkut amfibi yang mampu membawa ratusan pasukan, kendaraan tempur, hingga helikopter. Disusul PLANS Zheng He (81), kapal latihan jarak jauh untuk kadet Angkatan Laut Cina, serta PLANS Xiang Qian Jin (88), kapal latihan komprehensif yang memperkuat gugus tugas tersebut.

Ketiga kapal ini merupakan bagian dari Task Group 989, yang sebelumnya telah berlayar ke beberapa negara di Asia Tenggara. Rombongan diketahui baru saja singgah di Pelabuhan Klang, Malaysia, dalam rangkaian tur diplomasi maritim.

Baca Juga: TNI AD Buka Suara Terkait Pembangunan Yon TP di Luwu Utara yang Ricuh

Setibanya di Tanjung Priok, rombongan yang dipimpin oleh Komandan Gugus Tugas Tas Group 989 Kapten Senior Zhang Huiwu tersebut disambut oleh Asisten Operasi Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Asops Dankodaeral) III Kolonel Laut (P) Yovan Ardhianto Yusuf.

Delegasi Angkatan Laut Cina
Delegasi Angkatan Laut Cina melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Komandan Kodaeral III Brigjen (Mar) Dian Suryansyah di Markas Komando Kodaeral III, Jakarta, Senin (8/12). (Foto: Dok. Kodaeral III)

Dalam agenda di Jakarta, para perwira dari tiga kapal tersebut akan mengikuti sejumlah kegiatan bersama TNI AL, mulai dari tur kapal hingga pertemuan resmi.

"Mereka dijadwalkan berada tiga hari di ibu kota sebelum melanjutkan pelayaran ke misi berikutnya," ungkap Yovan, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral III, Senin (8/12).

Baca Juga: TNI AL Siapkan 2 Tim Penyembuhan Trauma Korban Banjir-Longsor Sumatra

Sementara itu, pada hari ini delegasi Angkatan Laut Cina juga melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) ke Markas Kodaeral III. Rombongan diterima Wakil Komandan Kodaeral III Brigjen (Mar) Dian Suryansyah.

Dian menyebut kunjungan ini merupakan bagian dari hubungan baik kedua angkatan laut. "Semoga kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama maritim antara angkatan laut kedua negara," ujarnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.