HANKAM

TNI AD Buka Suara Terkait Pembangunan Yon TP di Luwu Utara yang Ricuh

Personel TNI AD
Personel TNI AD di lokasi pembangunan Markas Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 872/Andi Djemma. (Foto: Penkodam XIV/Hasanuddin)

Jakarta, IDM – TNI AD melalui Komandan Kodim (Dandim) 1403/Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro buka suara terkait pembangunan Markas Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 872/Andi Djemma di Desa Rampoang, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan yang ricuh.

Windra menegaskan TNI AD tidak merebut lahan warga. Lahan tersebut telah resmi dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada TNI AD dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Alutsista Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatra Terus Bertambah, TNI Kerahkan 20 Pesawat Angkut dan 14 KRI

"Insiden kericuhan yang terjadi beberapa waktu lalu akibat provokasi sebagian oknum massa yang berupaya menggagalkan pembukaan lahan," kata Windra dikutip keterangan Penkodam XIV/Hasanuddin, Senin (8/12).

Ia menjelaskan bahwa situasi saat itu awalnya kondusif sebelum sekelompok warga datang menghadang alat berat, mengintimidasi petugas, dan memukul aparat keamanan. Ia menegaskan bahwa aparat tidak bersikap represif, melainkan merespons penghalangan pekerjaan yang telah memiliki dasar hukum sah.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Siapkan 3 Helikopter untuk Pelayanan Kesehatan di Aceh, Sumut dan Sumbar

Lebih lanjut Windra mengatakan di tengah berkembangnya berbagai opini publik, TNI menekankan bahwa proses pembangunan Markas Yon TP 872 merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan kawasan Luwu Raya.

"Pengerjaan akan dilanjutkan dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. TNI juga menghormati rencana warga yang ingin menempuh jalur hukum. Pihak TNI berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat sehingga penyelesaian dapat ditempuh secara konstruktif tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan," kata Windra. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.