HANKAM

Tetap Berlanjut, Panglima TNI Tingkatkan Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air

Kapuspen TNI
Kapuspen TNI, Laksda Julius Widjojono saat menyampaikan situasi Papua di Mabes TNI, Cilangkap. (IDM/Umamah)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan operasi penyelamatan pilot Susi Air akan ditingkatkan usai satu prajurit Yonif Raider 321/Galuh Taruna  (Yonif R 321/GT) tewas diserang Kelompok Separatis Terorisme (KST) di Nduga, Sabtu (15/4). 

"Jadi ini adalah bagian dari operasi penyelamatan Pilot Susi Air, operasi selanjutnya akan ditingkatkan oleh Panglima TNI," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (16/4). 

Baca Juga: Gugur Diserang KST, Prajurit Operasi SAR Pilot Susi Air Belum Dievakuasi

Julius pun membantah kabar yang menyebut sejumlah prajurit tewas dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan, hingga saat ini, hanya Pratu Miftahul Arifin yang gugur dalam kontak tembak dengan KST. 

"Sampai pukul 14.03 WIB, informasi yang saya terima secara fisik, hanya satu orang atas nama Pratu Arifin," ujar Julius.

Julius mengakui keadaan cuaca yang tak menentu di Papua menjadi kendala dalam upaya penelusuran kasus tersebut. Ia menyebut, Panglima TNI Yudo memerintahkan pencarian prajurit harus terus dilakukan secara maksimal. 

Baca Juga: HUT ke-71 Kopassus, Kilas Sejarah Lahirnya Korps Baret Merah

"Informasi yang lain belum kami dapatkan karena kesulitan untuk mencapai lokasi karena cuaca tidak menentu," kata dia. 

Setelah peristiwa itu, lanjut Julius, Panglima TNI Yudo secara tegas memerintahkan operasi penyelamatan Pilot Susi Air tetap dilanjutkan. 

"(Operasi penyelamatan pilot susi air) Tetap dilanjutkan, perintah Panglima TNI jelas tegas tidak usah ragu-ragu," pungkas Julius. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.