Skuadron 800 Wing Udara 1 Puspenerbal Laksanakan Intai Udara Maritim

Jakarta, IDM - Pesawat udara Casa NC-212-200 MPA P-8202 Skuadron 800 Wing Udara 1 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) melaksanakan patroli udara maritim dengan rute Tanjung Pinang menuju Pontianak, Kalimantan Barat.
Dikutip dari keterangan Pen Puspenerbal, Kamis (6/4), Komandan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Heri Triwibowo, juga turut serta dalam Penerbangan Patroli Sektor daerah Operasi, Rabu (5/4).
Heri berangkat dari Lanudal Tanjungpinang, disambut oleh Komandan Lanudal Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Rivai dan Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Dani Achnisundani beserta perwira staf Lanudal TPI dan Wing Udara 1.
Baca Juga: Refleksi HUT ke-77, KSAU: Perjalanan Panjang Pembangunan TNI AU
Rombongan Guspurla Koarmada I take off dari Lanudal Tanjungpinang pukul 09.55 WIB dan landing di Pontianak pukul 11.55 WIB dalam keadaan aman.
Pesawat udara P-8202 dengan pilot Kapten Laut (P) Syaiful Ardy W dan kopilot Letda Laut (P) Bagus Pamungkas mempersiapkan dengan baik untuk melaksanakan patroli udara maritim, sebagaimana tugas utama Skuadron 800 serta mendukung tugas Danguspurla Koarmada I dalam rangka fungsi Komando dan Pengendalian (Kodal). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































