Setelah Empat Tahun, Pelayaran Kartika Jala Krida 2024 Akan Tempuh Rute Asia Timur-Rusia

Jakarta, IDM - Satgas Kartika Jala Krida (KJK) taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) akan kembali menempuh rute ke Asia Timur dalam pelayaran muhibah dengan KRI Bima Suci pada tahun ini.
"Nanti (pelayaran) muhibah KJK taruna AAL 2024 akan kembali melibatkan KRI Bima Suci, mungkin nanti arahnya ke Asia Timur sampai Vladivostok (Rusia)," ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (29/2).
Ali mengatakan, pelayaran muhibah KJK taruna AAL salah satu bentuk TNI AL aktif dalam melakukan diplomasi angkatan laut (naval diplomacy) ke negara-negara sahabat. "TNI AL setiap ada latihan besar, harus kita libatkan. Kita aktif ya dalam diplomasi angkatan laut," ujarnya.
Baca Juga: KRI Teluk Lada-521 Daratkan Pasukan Serbuan Amfibi di Perairan Sorong
Rencana rute KJK 2024 ke Asia Timur ini baru kembali digelar pascaterakhir 2019 lalu. Saat masa pandemi Covid-19 pada 2020-2021, satgas hanya melaksanakan rute pelayaran muhibah di dalam negeri.
Pada 2020 dan 2021 sebanyak 85 taruna AAL tingkat III berlayar selama 98 hari melalui rute Surabaya-Lampung-Padang-Sabang-Belawan-Tanjung Uban-Ranai-Tarakan-Sorong-Tual-Kupang dan kembali ke Surabaya dengan menempuh jarak sekitar 9.910 mil laut.
Kemudian, pascapandemi Covid-19 pada 2022, Satgas KJK yang terdiri dari 102 taruna AAL tingkat III mulai berlayar kembali hingga ke luar negeri selama 91 hari dengan rute Surabaya-Jakarta-Singapura-Sabah-Tual-Townsville-Sydney-Cairns-Darwin-Bali dan kembali ke pangkalan di Surabaya.
Baca Juga: Di Hadapan Jajaran TNI AU, KSAU Tekankan Pentingnya Perkuat Kapabilitas Drone
Sedangkan pada 2023 lalu, Satgas KJK berlayar ke sejumlah negara selama 214 hari atau sekitar tujuh bulan, mengarungi benua Asia, Afrika dan Eropa dengan jarak tempuh 25.869 mil laut.
Rute yang akan dilalui adalah Surabaya-Batam-Srilanka (Kolombo)-Oman (Salalah)-Arab Saudi (Jeddah)-Mesir (Alexandria)-Algeria (Algiers)-Prancis (Rouen)-Prancis (Brest)-Belanda (Den Helder)-Inggris (Hartepool)-Norwegia (Fredrikstad)-Inggris (Lerwick)-Norwegia (Arendal)-Jerman (Rostok)+Spanyol (Vigo)-Tunisia (Tunis)-Mesir (Port Said)-Arab Saudi (Jeddah)-India (Cochin). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































