HANKAM

KRI Teluk Lada-521 Daratkan Pasukan Serbuan Amfibi di Perairan Sorong

Menkav 3 Marinir
KRI Teluk Lada-521 melaksanakan latihan embarkasi dan debarkasi ranpur tank amfibi Menkav 3 Marinir di sekitar perairan dermaga Mako Koarmada III, Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (27/2). (Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM - Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmada III menggelar latihan embarkasi dan debarkasi bersama Resimen Kavaleri (Menkav) 3 Marinir di perairan sekitar dermaga Markas Komando (Mako) Koarmada III, Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (27/2).

Latihan tersebut melibatkan KRI Teluk Lada-521 sebagai kapal pengangkut beserta delapan kendaraan tempur (ranpur) tank amfibi Menkav 3 Marinir jenis PT-76 dan BTR-50.

Adapun materi latihan meliputi prosedur pelaksanaan, perencanaan, perhitungan kebutuhan dan kemampuan muat serta pengenalan data teknis material marinir dan pengendalian ranpur pada saat embarkasi dan debarkasi di KRI.

Baca Juga: Poltekad Dapat Hibah 1 Set Radar Pasif dari Kemhan

Lalu, materi lainnya adalah mengenai prosedur pasukan menggunakan jaring pasukan dan prosedur penanganan keadaan darurat pada saat embarkasi dan debarkasi serta praktiknya.

Komandan Satfib Koarmada III Kolonel Laut (P) Hartanto, mengatakan latihan bertujuan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel unsur KRI tentang prosedur embarkasi dan debarkasi.

"Serta kerja sama secara tim sesuai dengan fungsi asasinya dan mampu bekerja sama dengan unsur-unsur lain," kata Hartanto yang juga selaku perwira pelaksana latihan, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Kamis (29/2).

Baca Juga: Rencana TNI AL Siapkan Sensor untuk Pertahanan Wilayah ALKI II IKN

Selain itu, ia juga berharap latihan tersebut diharapkan akan meningkatkan keterampilan baik perorangan maupun kelompok dalam pelaksanaan embarkasi dan debarkasi.

"Baik untuk personel, material maupun kendaraan pada kapal tipe Landing Ship Tank (LST), Landing Platform Dock (LPD), Frosch, dan Angkut Tank," ujar Hartanto.

"Kemudian, diharapkan agar mampu bertindak sebagai pengendali dan operator pada pelaksanaan embarkasi dan debarkasi sesuai standar operasi dan prosedur yang berlaku," tambahnya.

Baca Juga: Klarifikasi TNI: Akan Bangun 22 Kodam Baru di Seluruh Indonesia Termasuk IKN, Bukan 37

Di tempat terpisah, Pangkoarmada III Laksamana Muda Hersan menyampaikan latihan ini sebagai persiapan pelaksanaan operasi Trisila 2024 yang akan dilaksanakan pada beberapa waktu mendatang.

"Latihan (harus) dilaksanakan secara serius, agar hasilnya maksimal. Semoga latihan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar serta utamakan keselamatan selama kegiatan," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.