Kapal latih tiang tinggi kebanggaan TNI AL, KRI Bima Suci, merapat di Pelabuhan Vladivostok, Rusia, Rabu (10/6). Kedatangan kapal pembawa satuan latihan Kartika Jala Krida 2026 ini mendapat sambutan hangat dari jajaran Armada Primorsky Rusia.
Kapal layar tiang tinggi kebanggaan TNI AL, KRI Bima Suci, lepas jangkar dari Pangkalan Angkatan Laut Busan, Korea Selatan, Sabtu (6/6). Kapal bernomor lambung 945 ini langsung bergerak ke Vladivostok, Rusia.
Kapal latih tiang tinggi TNI AL, KRI Bima Suci, tiba di Korea Selatan pada Rabu (3/6). Kapal bernomor lambung 945 ini bersandar di Pangkalan Angkatan Laut Busan (Busan Naval Base) untuk memulai pelayaran etape ketujuh dalam misi diplomasi maritim.
Satuan Latihan Kartika Jala Krida (Satlat KJK) 2026 resmi menyelesaikan misi diplomasinya di Cina. Kapal latih tiang tinggi kebanggaan TNI AL, KRI Bima Suci, kini bertolak meninggalkan Port of Shanghai untuk melanjutkan pelayaran menuju Busan, Korea Selatan.
Kapal latih tiang tinggi kebanggaan TNI AL, KRI Bima Suci, sukses merapat di Dermaga Wusong Naval Base, Shanghai, Cina, Senin (25/5). Pelayaran muhibah diplomasi internasional bertajuk Satuan Latihan Kartika Jala Krida (Satlat KJK) 2026 tersebut kini resmi memasuki etape keenam.
Kapal TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci-945 yang mengemban misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Kartika Jala Krida (KJK) 2026, kini bersandar di Dermaga Saigon Hiep Phuoc Port, Ho Chi Minh City, Vietnam, sejak Minggu (10/5). Pelayaran telah memasuki etape kelima.
Peserta Asean Plus Cadet Sail (APCS) 2026 melaksanakan latihan Visit Board Search Seizure (VBSS) atau prosedur pemeriksaan, penggeledahan, dan penyitaan kapal di atas geladak KRI Bima Suci, Rabu (1/4). Latihan ini digelar saat kapal melakukan lintas laut menuju Belawan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, kedatangan armada Rusia ke Indonesia merupakan kunjungan persahabatan yang rutin dilaksanakan.
TNI AL segera memulai salah satu operasi pelayaran terjauh dalam sejarahnya. Kapal latih tiang tinggi, KRI Bima Suci, dijadwalkan mengangkat jangkar bulan depan untuk misi diplomasi keliling dunia selama 197 hari.