Masuk Etape ke-7, KRI Bima Suci Berlabuh di Busan Korea Selatan

Jakarta, IDM – Kapal latih tiang tinggi TNI AL, KRI Bima Suci, tiba di Korea Selatan pada Rabu (3/6). Kapal bernomor lambung 945 ini bersandar di Pangkalan Angkatan Laut Busan (Busan Naval Base) untuk memulai pelayaran etape ketujuh dalam misi diplomasi maritim.
Sebelum merapat di Korea Selatan, KRI Bima Suci lebih dulu menyelesaikan misi etape keenam di Shanghai, Cina. Selama empat hari bersandar di dermaga Wusong Naval Base Shanghai pekan lalu, kapal yang membawa 79 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-73 ini menggelar program buka kapal (open ship) serta pawai drumben Genderang Suling Jala Gita Taruna di pusat kota Shanghai.
Kini, giliran pangkalan militer Busan yang menjadi lokasi singgah. Prosesi penyambutan KRI Bima Suci di Busan dihadiri langsung oleh Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksdya Denih Hendrata dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan.
Baca Juga: TNI AD: Ulah Oknum Jangan Tutupi Pengabdian Prajurit
Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama antarmatra laut kedua negara. Selama empat hari bersandar di Busan, Satuan Latihan Kartika Jala Krida (KJK) 2026 dijadwalkan melaksanakan sejumlah kegiatan penunjang diplomasi.
Rangkaian agenda tersebut meliputi kunjungan kehormatan (courtesy call) kepada wakil komandan armada Angkatan Laut Korsel, pesta resepsi di atas geladak kapal (deck reception), hingga kunjungan balasan antarpersonel. Selain agenda formal, para Taruna AAL juga akan menampilkan pertunjukan drumben khas matra laut di kawasan Pantai Haeundae Busan untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat setempat.
Di sela-sela persiapan kegiatan, para taruna dan pengawak kapal menerima pengarahan khusus dari pimpinan TNI AL. Denih menegaskan agar seluruh personel tetap mengutamakan disiplin dan profesionalisme selama berada di negara sahabat.
Baca Juga: Dinamika Indo-Pasifik Berubah Cepat, Perwira TNI AL Dituntut Kuasai Strategi Maritim
"Seluruh prajurit dan taruna senantiasa menjaga nama baik bangsa, menunjukkan sikap disiplin, profesionalisme, serta menjunjung tinggi kehormatan Indonesia selama melaksanakan misi diplomasi di negara sahabat," ujar Denih, dikutip dari laman TNI AL.
Adapun setelah menyelesaikan agenda di Busan, KRI Bima Suci dijadwalkan bertolak menuju Rusia, Jepang, dan Filipina sebelum akhirnya kembali ke pangkalan utama di Jawa Timur dengan total jarak tempuh 16.877 mil laut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































