Dinamika Indo-Pasifik Berubah Cepat, Perwira TNI AL Dituntut Kuasai Strategi Maritim

Jakarta, IDM – Lanskap geopolitik di kawasan Indo-Pasifik saat ini bergeser dengan sangat cepat. Merespons situasi tersebut, para perwira matra laut kini dituntut untuk menaikkan level berpikir mereka agar mampu menjaga kedaulatan maritim Indonesia di tengah ketegangan wilayah.
Tuntutan tersebut mendasari pelaksanaan kuliah umum yang diikuti oleh ratusan perwira siswa pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) angkatan ke-65. Para calon pimpinan masa depan TNI AL ini menggembleng visi maritim mereka di Cipulir, Jakarta, Selasa (2/6).
Demi mematangkan cakrawala berpikir para perwira, Seskoal menggandeng pakar hukum dan keamanan maritim internasional dari Universitas Wollongong. Melalui sambungan konferensi video, para akademisi global seperti Rob McLaughlin, Dave Letts, dan Dr. Leo Bernard membedah materi krusial bertajuk studi strategis maritim.
Pembekalan ini menjadi sangat vital mengingat posisi geografis Indonesia yang berada tepat di titik tumpu silang samudra dunia. Para perwira menengah yang kini berada di fase transisi dari level taktis operasional lapangan, dipaksa untuk mulai menguasai metode berpikir strategis dalam melihat konstelasi kawasan.
Komandan Seskoal Laksda Ariantyo Condrowibowo menegaskan, pemahaman mendalam mengenai peta kompetisi maritim global bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan kompetensi wajib yang tidak bisa ditawar.
"Penguasaan terhadap studi strategi maritim bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap perwira siswa pendidikan reguler Seskoal. Kita perlu memperluas cakrawala berpikir, melampaui batas-batas operasional taktis menuju pemahaman strategis yang komprehensif," kata Ariantyo, dikutip dari keterangan Pen Pushidrosal, Rabu (3/6).
Baca Juga: TNI AD: Ulah Oknum Jangan Tutupi Pengabdian Prajurit
Ariantyo memaparkan, perwira militer modern tidak boleh lagi memandang laut hanya dari teleskop kapal perang. Strategi maritim kontemporer menuntut adanya integrasi yang utuh antara kekuatan senjata, kemampuan bernegosiasi antarnegara, serta hukum laut internasional.
"Strategi maritim bukan hanya soal pertempuran di laut, tetapi mencakup keterkaitan antara kekuatan militer, diplomasi, ekonomi, dan hukum internasional di ruang laut," pungkas.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































