Pukau Warga Cina, Taruna AAL di KRI Bima Suci Lanjut Berlayar ke Korea

Jakarta, IDM – Satuan Latihan Kartika Jala Krida (Satlat KJK) 2026 resmi menyelesaikan misi diplomasinya di Cina. Kapal latih tiang tinggi kebanggaan TNI AL, KRI Bima Suci, kini bertolak meninggalkan Port of Shanghai untuk melanjutkan pelayaran menuju Busan, Korea Selatan.
Sebelumnya, kapal layar bernomor lambung 945 ini sukses merapat di Dermaga Wusong Naval Base, Shanghai, pada Senin (25/5) kemarin. Kedatangan armada legendaris ini menandai dimulainya etape keenam dari total delapan negara yang masuk dalam rute global misi muhibah tahun ini.
Selama empat hari bersandar di Negeri Tirai Bambu, kapal duta bangsa yang membawa 79 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-73 ini sukses menyedot perhatian publik setempat. Warga Shanghai dibuat terpukau lewat rangkaian acara resmi mulai dari kunjungan kehormatan, pesta resepsi di atas geladak (deck reception), hingga program buka kapal untuk umum (open ship).
Baca Juga: TNI AU Matangkan Persiapan Latihan Angkasa Yudha 2026, Antisipasi Ancaman Drone hingga Siber

Daya tarik utama yang paling mengentak publik yakni penampilan drumben Genderang Suling Jala Gita Taruna AAL. Seni perkusi megah khas prajurit matra laut ini berhasil memadati kawasan ruang publik Monumen Shanghai People’s Heroes sepanjang jalur pawai kota.
Prosesi pelepasan KRI Bima Suci di dermaga Shanghai pun berlangsung meriah. Atase Pertahanan RI di Cina Laksma TNI Sumartono bersama Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir melepas langsung keberangkatan kapal bersama petinggi Angkatan Laut Shanghai dan militer Cina.
Saat kapal perlahan menjauh dari dermaga, seluruh taruna dan awak kapal berjajar rapi di sepanjang lambung kapal (maning the rail). Mereka melambaikan tangan sebagai simbol persahabatan dan penghormatan kepada tuan rumah.
Baca Juga: Analis Pertahanan Sebut Fasilitas MRO Tidak Bisa Diartikan sebagai Pangkalan Militer
Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto menjelaskan, pelayaran menuju Korea Selatan ini memegang peran krusial bagi masa depan para calon perwira setelah sebelumnya menuntaskan etape kelima di Vietnam.
"Pelayaran menuju Busan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian latihan praktik Kartika Jala Krida 2026. Kami memanfaatkan momentum ini guna memperluas wawasan dan pengalaman pelayaran para taruna, sekaligus mempererat hubungan persahabatan antarbangsa melalui jalur diplomasi maritim," kata Sugeng, dikutip dari laman TNI AL, Kamis (28/5).
Misi global KJK 2026 sendiri mengambil titik awal dari Surabaya dengan rute panjang melintasi Jakarta, Belawan, Sri Lanka, Singapura, Vietnam, Cina, Korea Selatan, Rusia, Jepang, hingga Filipina. Pelayaran masif ini menargetkan total jarak tempuh hingga 16.877 mil laut sebelum akhirnya kembali ke pangkalan utama di Jawa Timur.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































