TEKNOLOGI

Sertu Urip Priyono Ciptakan Modifikasi Laras Mortir 81 MM

Mortir kaliber 81 mm
Mortir kaliber 81 mm. (Foto: Sindo News)

Jakarta, IDM - Mahasiswa Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) jurusan Teknik Otomotif Ranpur Sersan Satu (Sertu) Urip Priyono berhasil menciptakan modifikasi laras untuk Mortir 81 MM.

Inovasi ini dipamerkan Urip saat kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman untuk memimpin wisuda 59 mahasiswa Poltekad dari berbagai Prodi Teknik Terapan, bertempat di Lapangan Upacara Poltekad Kodiklatad, Malang, Jawa Timur, Rabu (3/5).

"Modifikasi laras untuk Mortir 81 MM ini bertujuan merevitalisasi laras mortir yang sudah rusak berat," katanya saat membuka demo di depan KSAD.

Baca Juga: Bengkel Angkatan Darat Ciptakan Recoil Dop untuk Senapan Mesin Berat

Ia mengatakan, laras mortir ini bisa digunakan untuk meningkatkan kemahiran personel dalam pengoperasian senjata mortir.

Sertu Urip Priyono.
Sertu Urip Priyono. (Foto: Dok. Dispenad)

Kelebihan laras mortir 81 MM adalah secara biaya lebih murah dan lebih aman. Teknologi pneumatic yang digunakan bisa membuat laras mortir 81 MM lebih hemat biaya.

Selain itu, ia menjamin laras mortir modifikasi ini lebih aman dan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Baca Juga: Apa Perbedaan Kapal Perang Destroyer dan Fregat?

“Saya berharap tugas akhir ini dapat diaplikasikan di satuan-satuan pengguna, seperti satuan infanteri lembaga pendidikan untuk latihan menembak mortir,” katanya.

Mortir kaliber 81 mm merupakan senjata kelompok tingkat Batalyon Infanteri yang berfungsi sebagai senjata lintas lengkung untuk menghancurkan sasaran kelompok.

Pelontar mortir dengan kaliber 81 mm, dapat menggunakan munisi segala tipe munisi mortir kaliber 81 mm dan dilengkapi dengan bipod untuk menopang pelontar dalam pengoperasiannya. Penembakan dilakukan secara satu per satu, yang dapat mencapai jarak tembak sampai dengan 6,5 kilometer. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.