IN FRAME

Serah Terima Jabatan Panglima TNI

Panglima TNI01 / 08
(IDM/Faisal Ramadhan)
GALERI · FOTO 01 / 08
Panglima TNI

Serah Terima Jabatan Panglima TNI

(IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Panglima TNI yang baru Jenderal TNI Agus Subiyanto (kedua kiri) menandatangani berita acara disaksikan pejabat lama Laksamana TNI Yudo Margono (kanan) saat upacara serah terima jabatan (sertijab) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Rangkaian kegiatan upacara sertijab Panglima TNI dari Laksamana TNI Yudo Margono kepada Jenderal TNI Agus Subiyanto, diawali dengan penghormatan pasukan; penyerahan panji TNI “Tri Dharma Eka Karma” dari Laksamana TNI Yudo Margono; dan penandatangan serah terima jabatan.

Sebelum terpilih dan dilantik sebagai panglima, Agus menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang dijalaninya selama beberapa minggu saja.

Baca Juga: Solidaritas Kemanusiaan, TNI AD Kirimkan Bantuan untuk Palestina

Agus dilantik sebagai Panglima TNI di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo, Rabu pagi (22/11) berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 102/TNI/2023 tentang pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI.

(IDM/Faisal Ramadhan)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.