Sekolah Inpres Pogapa yang Dibakar OPM Diubah Jadi Sekolah Lapangan

Jakarta, IDM - Komando Operasi TNI (Koops TNI) HABEMA menginisiasi pembangunan sekolah lapangan di lokasi SDN Inpres Pogapa, Distrik Homeyo yang dibakar Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Dilansir keterangan dari Puspen TNI, Rabu, (22/5) Koops HABEMA melalui personel Satuan Tugas Teritorial (Satgaster) Kodim Persiapan Intan Jaya mengajak para warga untuk bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan sekolah guna mendirikan Sekolah Lapangan di wilayah Homeyo.
Baca Juga: Sebanyak 3.000 Personel Paspampres Dikerahkan di WWF ke-10 Amankan Tamu VVIP
"Anak-anak warga Homeyo dan sekitarnya menjalankan proses belajar mengajar di bangunan sekolah tersebut. Akibat aksi pembakaran oleh OPM tersebut, kini bangunan fisik SDN Inpres Pogapa telah rata dengan tanah, dan tersisa puing-puing material bangunan. Kondisi ini tentunya menyulitkan anak-anak dan para guru untuk menjalankan proses pembelajaran kurikulum pendidikan sekolah," tulis keterangan Puspen TNI.

Inisiatif Koops HABEMA tersebut disambut baik warga yang berbondong-bondong datang membantu para Prajurit TNI untuk membersihkan lokasi kebakaran.
Baca Juga: Satgas Yonarhanud 8/MBC Gagalkan Penyelundupan Puluhan Miras dan Ratusan Kosmetik Ilegal
"Upaya untuk mendirikan Sekolah Lapangan ini sebagai upaya melanjutkan proses belajar mengajar yang sempat terhenti sekian lama akibat ulah OPM mengganggu keamanan dan situasi kondusif Homeyo," tulis Puspen TNI. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































