Sebut Siaga 1 Hal Biasa, Panglima TNI Ingin Hitung Pergerakan Pasukan jika Jakarta Terjadi Sesuatu

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan bahwa siaga 1 dalam istilah militer merupakan hal biasa. Itu disampaikan Agus setelah dirinya memerintahkan jajarannya untuk siaga 1.
Apel pasukan telah digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (7/3) dengan sebelumnya diikuti pergerakan sejumlah prajurit menuju DKI Jakarta.
“Ya kita menguji kesiapsiagaan personel dan materiil (alutsista). Jadi hal yang biasa,” ujar Panglima TNI di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3) petang.
Baca Juga: Bakal Ekspansi, TNI AL Siapkan Pesantren Kilat Skala Kecil di Pangkalan
Status siaga 1 sering diberlakukan di TNI. Agus mengambil contoh saat ia memberlakukan siaga 1 untuk Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB) di wilayah rawan bencana.
“Siaga 1 itu kan istilah di militer, istilah yang biasa di militer. Saya sudah berlakukan siaga 1 tentunya di satuan-satuan itu Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi tiap Komando Daerah Militer (Kodam) itu punya satu batalion siaga 1 apabila di wilayahnya ada bencana alam,” kata Agus.
Dalam konteks siaga 1 yang saat ini diberlakukan, Panglima TNI ingin menghitung berapa lama pasukan bisa dikerahkan saat Jakarta diserang.
“Itu kan (TNI) dari wilayah-wilayah itu ke Jakarta berapa menit, kami hitung. Kalau terjadi sesuatu di Jakarta kan bisa cepat digerakkan,” ujar Agus.
Baca Juga: KSAL Berharap Kedatangan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Dipercepat
Diketahui, Panglima TNI mengeluarkan telegram bernomor TR/283/2026 tertanggal 1 Maret 2026. Dasar diterbitkannya telegram adalah perkembangan situasi global konflik di kawasan Timur Tengah dan pertimbangan pimpinan.
Panglima TNI memerintahkan seluruh jajaran untuk melaksanakan siaga 1 terhitung mulai 1 Maret 2026 sampai selesai atau waktu yang belum ditentukan. Telegram itu diteken Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun.
“(Siaga 1) sudah mulai kami kembalikan ke satuan-satuan masing-masing, dibantu polisi dalam rangka menghadapi Idulfitri,” kata Agus. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































