Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini, menilai perubahan status kesiagaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Siaga 1 ke Siaga 3 sebagai bukti bahwa sistem pertahanan Indonesia memiliki mekanisme yang dinamis dan terukur.
Sejak 1 Maret 2026 sampai selesai atau waktu yang belum ditentukan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang dalam mode siaga 1. Kesiapsiagaan para prajurit tertuang dalam telegram yang dikeluarkan Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan bahwa siaga 1 dalam istilah militer merupakan hal biasa. Itu disampaikan Agus setelah dirinya memerintahkan jajarannya untuk siaga 1.
Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas menilai, status siaga 1 yang sedang dilaksanakan TNI merupakan bentuk konsolidasi awal kekuatan dalam mencermati dinamika, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi kembali memimpin Apel Siaga I di Lapangan Satlog Kodam XXI/Radin Inten, Bandar Lampung, Sabtu (7/3).