Kodam XXI/Radin Inten: Apel Siaga 1 untuk Antisipasi Perkembangan Konflik Timur Tengah

Jakarta, IDM – Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi kembali memimpin Apel Siaga 1 di Lapangan Satlog Kodam XXI/Radin Inten, Bandar Lampung, Sabtu (7/3).
Dilansir dari keterangan Penkodam XXI/Radin Inten, apel digelar sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada stabilitas keamanan nasional.
Baca Juga: Penerjunan Perdana, Langkah Awal Taruna Tingkat I AAU Kuasai Teknik Terjun Militer
Kristomei dalam arahannya mengatakan pentingnya meningkatkan kewaspadaan, profesionalisme, disiplin, serta soliditas antarsatuan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, dan seluruh komponen masyarakat.
Ia memastikan kegiatan ini menjadi wujud kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi dinamika situasi global serta memastikan seluruh satuan berada dalam kondisi siap operasional guna menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya di Provinsi Lampung.
Baca Juga: Arab Saudi Tertarik Gabung Latihan Militer di Indonesia, Salah Satunya Super Garuda Shield
Melalui Apel Siaga 1 ini, Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusivitas wilayah, meningkatkan deteksi dini, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, demi terjaganya keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































