Sebanyak Dua Penerbang Tempur TNI AU Rampungkan Pendidikan Setingkat Sekkau di Amerika Serikat

Jakarta, IDM – Sebanyak dua penerbang tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil menyelesaikan pendidikan Squadron Officer School di Maxwell Air Force Base, Alabama, Amerika Serikat (AS), Minggu (26/5).
Melansir keterangan TNI AU, Senin (27/5), kedua penerbang itu adalah Kapten Pnb I Putu ‘Bhoma’ Satrya Kedaton dan Kapten Pnb Wira ‘Genet’ Satria Deddy Hasan.
‘Bhoma’ merupakan perwira TNI AU yang bertugas di Skadron Pendidikan (Skadik) 102 Wingdik 100/Terbang Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Selain itu, Kapten Pnb I Putu ‘Bhoma’ Satrya Kedaton juga dikenal sebagi narrator di tim aerobatik kebanggaan TNI AU, Jupiter Aerobatic Team (JAT).
Baca Juga: Kapuspen TNI Ungkap Alasan TNI Amankan Kejagung
Sementara itu, ‘Genet’ merupakan penerbang tempur yang berasal dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.
Keduanya menempuh pendidikan di Amerika Serikat selama tiga bulan bersama 573 perwira siswa lainnya yang terdiri dari 548 perwira Amerika Serikat dan 25 perwira internasional.

Squadron Officer School merupakan pendidikan setingkat Sekolah Komando Kesatuan TNI AU (Sekkau). Di Indonesia, Sekkau merupakan jenjang pendidikan bagi para perwira TNI AU yang memiliki pangkat Kapten/Mayor agar mereka memiliki profesionalisme, wawasan serta cakrawala pandang dalam mengemban tugas pokok TNI Angkatan Udara setingkat Satuan Dasar/Skadron.
Baca Juga: Satgas MTF TNI UNFIL Kenalkan Helikopter Panther kepada Masyarakat Lebanon
“Selama menempuh pendidikan di Squadron Officer School, para perwira siswa mendapatkan beragam materi pembelajaran, baik pelajaran kelas maupun lapangan. Mereka juga melaksanakan kegiatan diskusi mengenai ilmu kepemimpinan, komunikasi, sejarah dunia, budaya dan organisasi pemerintahan,” tulis TNI AU melalui keterangan foto di instagram resmi mereka, @militer.udara.
Pada jenjang pendidikan yang sama, ratusan perwira siswa tersebut juga mendaptkan wawasan serta pengetahuan mengenai organisasi militer; hukum sipil dan militer; permasalahan global yang tengah terjadi saat ini; hingga kebudayaan Amerika Serikat.
Selain berhasil merampungkan pendidikan, prestasi lainnya juga ditorehkan oleh Kapten Pnb I Putu Satrya Kedaton. Ia berhasil menyabet dua penghargaan dari Squadron Officer School yaitu ‘Top Academic Performer International Officer School’ dan ‘Distinguished Graduate Squadron Officer School’. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































