Sebanyak 153 Prajurit Tamtama Remaja Masuk Divif 3 Kostrad

Jakarta, IDM - Sebanyak 153 prajurit Tamtama Remaja masuk di satuan jajaran (Satjar) 3 Kostrad. Kehadiran mereka disambut langsung Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad, Mayjen TNI Bangun Nawoko di Madivif 3 Kostrad, Pakatto, Gowa, Senin (29/4/2024).
Dalam kesempatan itu Pangdivif menegaskan komitmennya dalam memimpin pasukan dengan mengutamakan kebersamaan dan profesionalisme.
Baca Juga: Kapal Perang dan Tank Koarmada III “Serbu” Pantai Ransiki Papua
"Saya bukan siapa-siapa tanpa rekan-rekan prajurit," kata Pangdivif.

Lebih lanjut ia berpesan agar para prajurit muda jangan pernah berkecil hati terus menjaga kehormatan pribadi, keluarga, dan nama baik satuan sebagai prajurit profesional.
Baca Juga: WWF ke-10, TNI AL Akan Kirim 7 KRI untuk Pengamanan Selat Bali
"Kalian adalah orang-orang penting bagi Divisi Infanteri 3 Kostrad. Dan yang berprestasi akan dihargai dengan reward, sementara pelanggaran akan mempertanggungjawabkan konsekuensi administratif maupun hukum bagi prajurit," katanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































