Satgas PKH: Penyelundupan yang Dicegat TNI AL di Batam Bawa Bahan Baku Nuklir

Jakarta, IDM – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyebutkan, kapal yang dicegat jajaran TNI Angkatan Laut di perairan Batam, Kepulauan Riau, pada 17 Mei lalu, membawa bahan baku untuk nuklir.
“Hasil laboratorium memastikan muatan tersebut mengandung logam tanah jarang (LTJ) dan unsur radioaktif yang berpotensi menjadi bahan baku nuklir,” tulis keterangan pers Satgas PKH, dikutip Sabtu (30/5).
Peninjauan difokuskan pada 25 kontainer kapal tangkapan berisi 390 ton muatan selundupan bernilai triliunan rupiah.
Baca Juga: Lima Alasan Yon TP Penting bagi Wilayah Pelosok
Sebanyak 15 kontainer telah dibuka untuk dicocokkan dokumen administrasinya. Dari kontainer-kontainer yang sudah dicek, didapat hasil kandungan titanium oksida.
Selain itu, terdapat kandungan LTJ dan unsur radioaktif untuk bahan baku nuklir seperti zirconium oxide, thorium oxide, neodymiun oxide, triuranium oktasida, triuranium oktosida, dan serium oksida.
LTJ dan unsur radioaktif itu dibawa kapal TB Capricorn 206/TK Capricorn 92.210 yang kemudian dicegat KRI Kujang-642 di bawah komando Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada (Koarmada) I.
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Tampubolon menyatakan bahwa TNI berkomitmen untuk terus menindak penyelundupan lewat jalur laut.
Baca Juga: TNI AD Sudah Bangun 523 Jembatan, Paling Banyak Jenis Armco
“Dari pimpinan TNI menyampaikan bahwa TNI, dalam hal ini melalui TNI Angkatan Laut, akan terus melakukan upaya-upaya tegas terhadap setiap penyelundupan-penyelundupan lewat jalur laut,” ujar Richard saat meninjau hasil penindakan di Dermaga Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) IV Batam, Kepulauan Riau, Selasa (26/5).
Terlebih, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan atensi terhadap penyelundupan logam tanah jarang atau rare earth.
“Apalagi kita ketahui bapak Presiden Republik Indonesia mengatakan bahwa penyelundupan mineral, khususnya rear earth ini salah satu yang menjadi atensi selain penyelundupan-penyelundupan sumber daya alam lainnya,” kata Richard, yang juga menjabat Wakil Ketua Pelaksana 1 Satgas PKH.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































