HANKAM

Satgas MTF Peringati HUT ke-1 Korps Hukum TNI AL di Lebanon

Satgas MTF
Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/ UNIFIL memperingati satu tahun usia Korps Hukum TNI AL di Lebanon. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/ UNIFIL, memperingati HUT ke-1 Korps Hukum TNI AL di Lebanon, Jumat (7/7).

Tugas-tugas bidang hukum di lingkungan TNI AL telah dijalankan sejak pembentukan Korps Khusus pada 1970 dan diperkuat dengan peresmian organisasi Dinas Hukum Angkatan Laut (Diskumal) pada 1992.

Kontribusi TNI AL dalam pemeliharaan perdamaian dunia melalui pengiriman Satgas MTF, selalu mengikutsertakan perwira Korps Hukum dalam susunan personelnya.

Baca Juga: Pendidikan Kopassus 2023: Longmars Lintasi Batas Jabar-Jateng di Gunung Beleketebe

"Perwira Korps Hukum menjadi bagian dari motor ketaatan hukum prajurit Satgas terhadap berbagai aturan hukum termasuk yang diberlakukan PBB," ujar Dansatgas MTF Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (10/7).

"Perwira Hukum berperan membangun kesadaran hukum dan memberikan pencerahan kepada para prajurit," imbuh John.

Satgas MTF
(Foto: Dok. Dispenal)

Sementara itu, Letda Laut (H) Dzulkarnain Alghafuru S yang dipercaya sebagai perwira hukum Satgas MTF dengan tugas penting sebagai penasihat hukum Dansatgas untuk mendukung keberhasilan misi di Area of Maritime Operation yang sangat kompleks dan dinamis.

Perwira hukum juga berkontribusi memberikan rekomendasi kepada MTF Commander yang saat ini dijabat perwira tinggi berkebangsaan Jerman dalam menyusun aturan pelibatan, Standar Operasional Prosedur (SOP), maupun kebijakan untuk keberhasilan misi.

Baca Juga: 42 Petembak Kopassus Ikuti Seleksi Lomba Tembak AARM-31/2023

Selain itu, Perwira Hukum juga terlibat langsung dalam melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut berdasarkan kebijakan politik negara.

Dalam berbagai upaya penegakan hukum di laut, ada keputusan penting yang diambil, di antaranya upaya pencarian dan penyelamatan terhadap 232 pengungsi yang kapalnya tenggelam di Laut Mediterania.

Walaupun tidak secara spesifik disebutkan dalam mandat PBB, namun langkah penyelamatan oleh Satgas tersebut adalah wujud kepatuhan hukum yang mendapat respon positif dari dunia internasional dan menjadi rujukan dalam penyusunan SOP UNIFIL. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.