Rampungkan Tahap Ground School, Puluhan Siswa SIP TNI AU Ikuti Bina Terbang

Jakarta, IDM - Sebanyak 28 siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengikuti tahapan bina terbang usai menyelesaikan tahap ground school.
Puluhan siswa tersebut terdiri dari 27 siswa penerbang TNI AU dan 1 penerbang Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM). Mereka akan menjalani tahapan bina terbang ini selama hampir empat bulan, dimulai pada 20 Mei hingga 18 September 2024.
Baca Juga: Pulau Nusa Barung di Jember Jadi Lokasi Terbaru Pengamanan Satgas Marinir
Adapun alutsista yang digunakan selama tahapan bina terbang adalah pesawat KT-1B Woong Bee yang sehari-hari dioperasikan di Skadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Pesawat latih tersebut juga dikenal sebagai pesawat Jupiter Aerobatic Team (JAT), tim aerobatik TNI AU.
Baca Juga: Prajurit TNI Bersihkan Pembangkit Listrik di Puncak Jaya, Selalu Siaga Bawa Senjata
Kepada para siswa SIP, Komandan Lanud Adisutjipo, Marsma TNI Setiawan berpesan agar mereka selalu fokus dalam mengikuti kegiatan ini dan tetap mengutamakan keselamatan (safety).
"Jaga juga kesehatan agar dapat melaksanakan latihan secara optimal," pungkas Danlanud Adisutjipto dikutip Rabu (22/5). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































