HANKAM

Qi Jiguang-83, Kapal Latih Terbesar AL Cina Singgah di Surabaya

Lantamal V Surabaya
Lantamal V Surabaya menyambut kedatangan kapal latih terbesar AL Cina, Qi Jiguang-83 di Pelabuhan Tanjung Perak. (Foto: Dok. Lantamal V Surabaya)

Jakarta, IDM - Kapal perang Angkatan Laut Cina, Qi Jiguang-83 berlabuh di Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (17/9). Mereka dijadwalkan bersandar di Kota Pahlawan tersebut selama empat hari, yakni 17-20 September.

Dikutip dari keterangan Lantamal V Surabaya, Selasa (19/9), kedatangan Qi Jiguang-83 yang dikomandani oleh SCapt Yao Zuoqing ini turut membawa 100 personel Akademi Angkatan Laut (AAL) Cina.

Kunjungan tersebut membawa misi kerja sama antara TNI AL dengan Angkatan Laut China serta study tour dari para taruna AAL Cina untuk melihat kebudayaan Kota Surabaya dan sekitarnya.

Baca Juga: Yonarmed 9/Pasopati Gelar Uji Coba Menembak Senjata Berat Artileri Medan

Dalam sambutannya, Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) Muhammad Taufik mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Dansatgas kunjungan kapal perang Cina RADM Zhu Jianda dan RADM Sun Zhongyi serta komandan dan kru kapal yang berkunjung di Surabaya.

"Semoga dengan kunjungan ini, ke depannya hubungan kerja sama dan koordinasi antara kedua angkatan laut akan semakin baik dan lebih dekat lagi," ujarnya.

Qi Jiguang-83 dioperasikan oleh Detasemen Kapal Pelatihan dari AAL yang berpusat di Lanal Dalian. Kapal ini memiliki panjang 163 meter, lebar 22 meter, dan kecepatan 22 knots serta mampu mengakomodasi jumlah awak kapal sebanyak 500 kru.

Baca Juga: 37 Perwira TNI AU Ikuti Safety Workshop 2023 sebagai Bekal Pelaksanaan Tugas Lambangja

Kapal latih ini juga dilengkapi sistem pertahanan udara dan permukaan ringan, yaitu satu pucuk meriam H/PJ-26 kaliber 76 mm pada haluan dan dua kanon H/PJ-17 kaliber 30 mm pada bagian belakang.

Qi Jiguang-83 dibekali peralatan canggih dan lengkap. Beberapa set peralatan pengajaran di kapal ini dikembangkan secara mandiri oleh Cina. Tak hanya itu, kapal ini juga dapat melakukan operasi militer non-perang, seperti evakuasi di luar negeri dan bantuan bencana alam. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.