Prajurit TNI Cegah Ledakan Maut di Afrika Tengah

Jakarta, IDM – Prajurit TNI dari Satgas Kizi Minusca XXXVII-K mencegah ledakan maut yang menyasar warga sipil di daerah konflik Afrika Tengah beberapa waktu lalu.
Dilansir keterangan dari Penpuziad, Sabtu (31/5) para prajurit ini sukses mengeliminasi bahan peledak berbahaya tidak meledak atau biasa disebut Unexploded Ordnance (UXO) di daerah Area of Responsibility saat melaksanakan kegiatan sterilisasi objek.
Baca Juga: Marinir Patroli Pengamanan Pulau Deli, Perbatasan Samudra Hindia
Bahan peledak tersebut ditemukan di area penduduk sipil berlokasi dekat dengan negara tatangga Chad (450 km arah utara dari kota Bangui) tepatnya di Bembere, Sektor Tengah, Afrika Tengah.

Dijelaskan misi misi ini merupakan permintaan langsung dari Minusca HQ (Headquarter) yang meminta EOD (Explosive Ordnance Disposal) Kizi Indonesia mensterilisasikan area yang akan dijadikan tempat kegiatan, yakni serah terima pos perbatasan disektor tengah, Afrika Tengah.
Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Tempur, Koopsud II Berencana Gelar Latihan Sikatan Daya 2025
"Saat proses sterilasasi area berlangsung Tim EOD Kizi Indonesia menemukan dan mengidentifikasi sebuah bahan peledak berupa Granat bertipe T-82 Hand Granat aktif tanpa pemilik yang berada di area penduduk. Personel segera mendeteksi sesuai koordinat bahan peledak tersebut dan langsung bergegas mengamankan area sekitar penemuan granat serta segera menyiapkan alat disposal handak yang nantinya untuk pemusnahan material UXO tersebut," bunyi keterangan Penpuziad. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































