Marinir Patroli Pengamanan Pulau Deli, Perbatasan Samudra Hindia

Jakarta, IDM – Prajurit Satgas Marinir Pengamanan Pulau Terluar melaksanakan patroli di Pulau Deli, Pandeglang, Banten, Jumat (30/5).
Komandan Satgas Marinir Pulau Deli Lettu (Mar) Muhammad Anwar, mengatakan patroli keamanan ini dilakukan karena pulau kecil tersebut berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan Australia.
Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Tempur, Koopsud II Berencana Gelar Latihan Sikatan Daya 2025
"Patroli rutin ini merupakan perwujudan dari tugas dan tanggung jawab sekaligus pengabdian yang harus dikerjakan demi menjaga keutuhan NKRI," kata Anwar, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Sabtu (31/5).
Prajurit Marinir yang bertugas di pulau terluar, wajib memastikan wilayah aman dan kondusif dari pelanggaran dan gangguan, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam wilayah Indonesia.
"Gangguan-gangguan yang dapat merugikan negara berupa pencemaran, penangkapan ikan ilegal, perdagangan manusia (human trafficking), dan narkotika," lanjutnya.
Baca Juga: TNI AL Punya Tiga Penerbang Helikopter Dauphin Baru, Ditugaskan untuk Misi Kemanusiaan
Selain itu, Anwar menyebutkan kegiatan patroli sangat penting untuk mendapatkan informasi dan data data penting untuk keamanan wilayah NKRI yg berada di Pulau Deli.
"Segera laporkan kejadian hal-hal yang menonjol. Awali setiap kegiatan dengan melaksanakan doa dan tetap utamakan faktor keamanan, baik personel dan material," pesannya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































