HANKAM

Prajurit Kopasgat Unjuk Kemampuan dalam Operasi Perebutan Bandara Latgab TNI 2023

Prajurit Kopasgat
Prajurit Kopasgat yang melakukan penerjunan sebagai bagian dari misi OP3U Latgab TNI 2023. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Prajurit Detasemen Matra 2 Kopasgat TNI Angkatan Udara (TNI AU) unjuk kemampuan dalam Operasi Perebutan Pengendalian Pangkalan Udara (OP3U) yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Selasa (1/8). Operasi tersebut merupakan bagian dari latihan gabungan (Latgab) TNI tahun 2023.

Dalam misi kali ini, Kopasgat mengerahkan 86 prajurit yang terbagi dalam satuan tempur, tim pengendali pangkalan (Dallan), pengendali tempur (Dalpur), jump master serta pertahanan udara (Hanud).

Baca Juga: Lantamal III Lepas Keberangkatan Kapal Tanker AL India INS Shakti

Puluhan prajurit tersebut diskenariokan harus menguasai Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang sebelumnya dikuasai oleh musuh. Mereka diangkut dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules untuk menuju lokasi dan selanjutnya melakukan penerjunan. Penerbangan Hercules pun mendapat pengawalan dari dua pesawat tempur F-16 yang bertugas sebagai air cover.

Prajurit Kopasgat
Prajurit Kopasgat yang dikerahkan dalam misi OP3U Latgab TNI 2023. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Melansir keterangan TNI AU, Rabu (2/8) dijelaskan, OP3U diawali dengan infiltrasi prajurit Satbravo yang bertujuan untuk melumpuhkan sarana strategis musuh. Infiltrasi kedua dilakukan oleh tim Dalpur yang bertugas menyiapkan DZ (Dropping Zone). Tidak lama berselang, tim Satpur siap melakukan penyerangan.

Baca Juga: Indonesia Beli 12 Drone ANKA Dari Turki

“Usai infiltrasi tersebut, tim Satpur dapat menguasai bandara dalam waktu relatif singkat. Operasi berikutnya adalah mengoperasikan kembali pangkalan dan operasi itu menjadi tugas dari tim Dallan,” tulis TNI AU.

Dalam operasi tersebut, para prajurit Kopasgat juga harus mensiagakan unsur senjata Hanud berupa Rudal QW3 untuk menangkis serangan udara musuh. Adapun smart hunter 311 turut disiagakan sebagai radar pendeteksi pesawat kawan dan lawan. Keseluruhan senjata tersebut digelar di empat titik yaitu, di ujung runway 08 (pucuk 1 dan pucuk 2), ujung runway 26 (pucuk 3 dan 4), dan smart hunter di depan Gastrip PK. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.