Prabowo Serahterimakan Pesawat Super Hercules C-130J-30, Pengamat : Sesuai Kebutuhan TNI AU

Jakarta, IDM - Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengungkapkan kedatangan pesawat baru C-130J-30 Super Hercules yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI sudah sesuai dengan kebutuhan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
"Super Hercules C-130J dengan spesifikasi dan fitur-fitur yang melengkapi dan meningkatkan kemampuannya, saya kira sudah sesuai kebutuhan TNI AU," ungkap Fahmi.
Menurutnya, saat ini TNI AU membutuhkan mobilitas pasukan dan logistik yang lebih aman, lebih efisien, sekaligus lebih fleksibel.
Baca Juga: TNI AU dan RAAF Gelar Final Planning Conference Jelang Latma Elang Ausindo 2023
"Artinya kita membutuhkan pesawat angkut yang memiliki daya angkut lebih besar, mampu bergerak lebih cepat, kemampuan jelajah lebih panjang namun tetap bisa mendarat di landasan-landasan pendek yang banyak kita miliki," imbuhnya.

Membahas perihal kecanggihan, pesawat ini disebut memiliki sejumlah keunggulan. C-130J-30 disebut lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan series sebelumnya.
C-130J-30 Super Hercules juga memiliki peningkatan fitur dari tipe pendahulunya, misalnya peningkatan sistem perlindungan bahan bakar, serta sistem penanganan kargo. Terdapat juga perbaikan sistem flight station yang lebih canggih dan sistem avionik digital yang terintegrasi penuh.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Masa Pakai Mirage 2000-5 Hingga 15 Tahun
Kemhan dilaporkan telah memesan lima unit pesawat C-130J-30 Super Hercules, di mana dua unit di antaranya telah tiba di Indonesia.
Terbaru, pesawat kedua telah tiba di Indonesia pada Juni 2023. Selanjutnya, pesawat tersebut diserahterimakan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (6/7).
Tiga unit pesawat C-130J-30 Super Hercules lainnya akan tiba di Indonesia secara bertahap pada Juli dan Oktober 2023, serta Januari 2024.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































