Persiapan Rimpac 2024, KRI RE Martadinata Uji Penembakan Meriam di Laut Jawa

Jakarta, IDM - Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II mengerahkan KRI RE Martadinata-331 untuk mengasah kesiapan naluri tempur melalui uji penembakan senjata meriam 76 di Laut Jawa, Selasa (21/5).
KRI RE Martadinata yang dipimpi oleh komandan Kolonel Laut (P) Adam Tjahja Saputra ini memulai pelayaran dari dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, menuju ke wilayah utara Laut Jawa untuk melesatkan tembakan meriam 76.
Kadispen Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko mengatakan, uji coba penembakan Meriam-76 ini ditujukan untuk melatih profesionalitas prajurit.
Baca Juga: Sekolah Inpres Pogapa yang Dibakar OPM Diubah Jadi Sekolah Lapangan
"Serta memastikan kesiapan seluruh senjata yang dimiliki kapal perang tersebut dalam menanggulangi ancaman berbagai serangan di laut," ujar Widyo dalam keterangan Dispen Koarmada II, Rabu (22/5).

Adapun KRI RE Martadinata akan mengikuti latihan bersama Multilateral Rim of The Pacific (Rimpac) 2024 yang akan berlangsung pada 27 Juni -2 Agustus mendatang. Pada kesempatan tersebut, KRI RE Martardi ata akan bergabung dengan puluhan negara untuk berlatih bersama di Hawaii, Amerika Serikat.
Rimpac merupakan latihan yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut AS (US Navy) dan Pasukan Korps Marinir AS, Pasifik (US Marine Force Pacific) dengan melibatkan angkatan laut dari sejumlah negara di kawasan Indo-Pasifik dan bahkan pengamat (observer) dari angkatan laut negara eropa.
Baca Juga: Divisi Infanteri 2 Kostrad Gelar Apel Komandan Satuan
Pada tahun ini, Rimpac ke-29 akan kembali digelar pada Juni 2024 di Hawaii, AS. TNI AL bakal berkontribusi dalam latihan terbesar angkatan laut di dunia ini fokus pada meningkatkan integrasi serta kesiapsiagaan kerja sama antaranegara sahabat.
Adapun Satgas Rimpac 2024 bertujuan meningkatkan hubungan dan kerja sama antarnegara peserta dan eningkatkan kemampuan profesionalisme personel TNI AL dalam melaksanakan operasi dan latihan bersama berskala internasional.
Kemudian, latihan bersama ini juga untuk meningkatkan kemampuan operasi laut jarak jauh dan penyiapan dukungan logistik tempur serta kemampuan TNI AL dan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































