Tak ada waktu bersantai bagi KRI RE Martadinata-331. Meski baru saja menempuh perjalanan ribuan mil dari Sydney, Australia, kapal perang TNI AL ini langsung "memanaskan" mesin perang dengan melakukan uji tembak meriam secara masif di perairan Laut Banda, Kamis (9/4).
Kapal fregat unggulan TNI AL, KRI Raden Eddy Martadinata-331, resmi memulai misi diplomasi pertahanan di Sydney, Australia, Minggu (22/3). Kapal perusak kawal rudal ini bergabung dengan 34 kapal perang dari 20 negara dalam ajang bergengsi International Fleet Review (IFR) dan latihan multilateral Kakadu 2026.
KRI RE Martadinata-331 melaksanakan simulasi peperangan menghadapi ancaman berlapis berupa serangan rudal anti-kapal, torpedo, hingga serangan permukaan di Laut Banda, Kamis (25/9).
TNI AL mengirimkan dua kapal perang dalam Satgas Port Visit 2025 ke Papua Nugini. KRI Wahidin Sudirohusodo-991 dan KRI RE Martadinata-331 berlayar dari Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (9/9).
TNI AL, dalam hal ini Komando Armada (Koarmada) II mengerahkan sejumlah armada tempurnya ke Thailand untuk terlibat latihan bersama Sea Garuda 2025. Pangkoarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya memimpin pelepasan satuan tugas (satgas) di Surabaya, Kamis (7/8).
Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada II Kolonel Laut (P) Rafael Dwinatu, memimpin serah terima jabatan komandan tiga kapal perang fregat, di Surabaya, Jumat (28/2).
TNI AL melibatkan dua kapal perang, yaitu KRI RE Martadinata-331 dan KRI Sultan Hasanuddin-366 dalam latihan Perkasa B, di Laut Jawa, berlangsung selama 17-22 Februari.
KRI RE Martadinata-331 berhasil menembakkan senjata khusus dalam latihan operasi laut gabungan (Latopslagab) II 2024 di perairan Kepulauan Karimun Jawa, Selasa (10/12).
Kapal perang HMAS Adelaide milik Angkatan Bersenjata Australia (ADF) melakukan debarkasi 1.300 prajurit gabungan menuju daerah latihan, saat sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Minggu (10/11).