HANKAM

KRI RE Martadinata Bakal Duel Anti-Kapal Selam dengan 20 Negara di Australia

KRI RE Martadinata
KRI RE Martadinata-331 di Sydney, Australia, Minggu (22/3) mengikuti latihan multilateral Kakadu 2026. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kapal fregat unggulan TNI AL, KRI Raden Eddy Martadinata-331, resmi memulai misi diplomasi pertahanan di Sydney, Australia, Minggu (22/3). Kapal perusak kawal rudal ini bergabung dengan 34 kapal perang dari 20 negara dalam ajang bergengsi International Fleet Review (IFR) dan latihan multilateral Kakadu 2026.

Kehadiran TNI AL di Sydney membawa misi khusus untuk memperkuat pengaruh Indonesia di kawasan Pasifik. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengutus Laksamana Muda Antonius Widyoutomo untuk memimpin delegasi. Jenderal bintang dua ini merupakan ahli di bidang diplomasi, hukum, intelijen, hingga hubungan internasional.

Baca Juga: KRI Pulau Fani-731 Melesat ke Singapura, Siap Jinakkan Ranjau di Latma Pandu-26

Pertemuan Elite di Sydney

Prajurit KRI RE Martadinata-331 unjuk profesionalisme di hadapan para petinggi Negeri Kanguru. Tercatat, Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles hingga Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn memantau langsung parade kapal perang internasional ini.

Antonius menyebut momen ini sebagai meja diplomasi strategis yang mempertemukan para pimpinan angkatan laut dunia.

"TNI AL memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkokoh peran Indonesia dalam percaturan maritim global," ungkap Antonius, dikutip dari keterangan Dispenal.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Pengawasan, Bakamla Dapat Hibah Peralatan Deteksi Nuklir

Skenario Tempur di Samudra Pasifik

Usai sesi di pelabuhan (harbour phase), KRI RE Martadinata-331 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Andi Kristanto langsung bertolak ke wilayah latihan bagian timur Australia. Di sana, para prajurit bakal melakoni fase laut (sea phase) yang penuh tantangan pada 25-28 Maret mendatang.

kapal perang
Sejumlah kapal perang dari negara peserta latihan multilateral Kakadu 2026. (Foto: Dok. Dispenal)

TNI AL menyiapkan skenario tempur lengkap, mulai dari peperangan lawan kapal permukaan hingga perburuan kapal selam. Selain melepaskan tembakan meriam 76 mm, KRI REM-331 mempraktikkan Replenishment at Sea (RAS). Teknik ini merupakan cara pengisian bahan bakar dan logistik di tengah laut tanpa harus bersandar ke pelabuhan, yang membuktikan KRI RE Martadinata-331 punya jangkauan operasi jarak jauh.

Baca Juga: Pangdam Brawijaya Sapa Prajurit Perbatasan Lewat Video Conference di Hari Idulfitri

Tradisi Sejak 1993

Latihan Kakadu bukan sekadar rutinitas bagi TNI AL. Angkatan Laut Australia pertama kali menggelar latihan dua tahunan ini pada 1993, dan Indonesia konsisten mengirimkan unsur tempurnya sejak era 90-an.

Keikutsertaan yang berlanjut hingga tahun 2026 ini menunjukkan posisi Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan Indo-Pasifik. Terlebih, kehadiran KRI RE Martadinata-331 kali ini sekaligus merayakan HUT ke-125 Angkatan Laut Australia sebagai bentuk penghormatan diplomasi maritim yang formal bagi kedua negara tetangga. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.