Panglima TNI Terima Gelar Derajat Tertinggi Adat Melayu Kepulauan Riau

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerima gelar kehormatan adat melayu Kepulauan Riau di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Selasa (28/5).
Melansir Puspen TNI pada Rabu (29/5), prosesi penganugerahan gelar berdasar usulan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang disetujui oleh Ketua Umum LAM (Lembaga Adat Melayu) Provinsi Kepri, Dato' Seri Setia Utama H. Abdul Razak Abu Bakar.
Baca Juga: Laksma Bambang Trijanto Resmi Jabat Kepala Zona Bakamla Barat
Penyematan gelar kehormatan Dato' Seri Satria Bijaya Negara kepada Agus ditandai dengan pembacaan dokumen gelar adat dan dilanjutkan pemakaian selempang, tanjak (topi khas melayu), pemasangan keris serta tepuk tepung tawar oleh segenap pengurus LAM Kepri.
Gelar yang diterima oleh Dato' Seri Satria Bijaya Negara Agus Subiyanto merupakan anugerah derajat tertinggi yang diberikan oleh LAM Kepri kepada pejuang yang gagah berani dalam mempertahankan kehormatan dan membela kejayaan negara.
Baca Juga: Kasau Awards 2024: Apresiasi Atas Kontribusi Positif Para Jurnalis dan Media
Agus mengatakan gelar adat yang diterima merupakan kemuliaan baginya. Ia merasa banyak doa dan harapan yang akan menjadi berkat bagi diri, warga Kepri dan Indonesia.
“Walaupun gelar ini terasa berat, namun saya dan keluarga akan tetap menjunjung tinggi karena gelar adat ini adalah sebuah kehormatan sekaligus amanat bagi saya pribadi dan keluarga,” tutur Agus. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































