Panglima TNI Pastikan 12 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan KTT ASEAN

Jakarta, IDM - Persiapan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2023 terus dilakukan. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memastikan, sebanyak 12 ribu personel gabungan bakal diterjunkan untuk pengamanan.
"Dua belas ribu personel dari TNI-Polri juga dari stakeholder terkait baik dari BNPT, BNPB, kemudian dari Basarnas, juga dari Satpol PP daerah dan juga peralatannya juga semuanya terlibat," kata Yudo, dikutip dari Detik, Sabtu (6/5).
Baca Juga: Ini Peran Penting Pushidrosal di Forum Hidrooseanografi Dunia
Selain personel, Yudo mengatakan sejumlah perlengkapan pengamanan juga telah disiapkan. Sebanyak 162 alustsista dari tiga matra bakal dikerahkan untuk menjamin kelancaran acara.
Menukil informasi dari Puspen TNI, ratusan alustsista yang bakal diterjunkan di antaranya pesawat tempur, kapal perang hingga kendaraan taktis. Yudo mengatakan, semua langkah persiapan harus dimaksimalkan untuk menekan kemungkinan terburuk.
KSAL periode 2020-2022 itu berharap agenda berlangsung 9-11 Mei di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur itu dapat berjalan lancar.
Baca Juga: 200 Putra Papua Direkrut Jadi Komcad
"Tentunya kita mengantisipasi semua kemungkinan ancaman baik dari luar maupun dari dalam ya," ucapnya.
"Tadi malam sudah sampaikan juga, kita juga menggelar pesawat tempur, juga mengelar KRI untuk menghambat atau mengantisipasi ancaman-ancaman dari luar," pungkas Yudo. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































