Panglima TNI Lepas Keberangkatan Ratusan Prajurit Satgas Operasi Pamtas RI-PNG

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono melepas keberangkatan ratusan prajurit Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Jumat (31/3).
Mengutip keterangan Pusat Penerangan TNI, Sabtu (1/4), ratusan prajurit itu berasal dari Yonif 721/Makassau dan Yonif 623/Bhakti Wira Utama. Yudo menegaskan para prajurit yang menjalankan misi operasi harus menjalankan tugasnya dengan hati-hati dan penuh tanggungjawab.
“Melaksanakan tugas operasi adalah suatu kehormatan dan kebanggan setiap prajurit TNI. Untuk itu, laksanakan amanah dengan sebaik-baiknya, dinamika dan ancaman di daerah operasi harus siap siaga terus menerus," ungkap Yudo.
Baca Juga: Letjen Marinir Suhartono Terima Dua Jabatan Strategis di Kodiklatal
Ia pun memberi semangat pada prajurit dan meyakini kemampuan mereka mampu mengemban misi tersebut. "Saya sangat yakin dan percaya kalian semua mampu menjawab kepercayaan dan amanah besar ini dengan baik," tegasnya.
Lebih lanjut, Yudo menyebut tidak ada derah operasi tingkat keamanannya mencapai 100 persen. Ia pun meminta para personel untuk selalu waspada.
“Pahami bahwa tidak ada daerah operasi yang aman 100 persen, gangguan bersenjata masih ada dan harus kalian lawan dengan senjata," katanya.
Baca Juga: HUT ke-61, KSAL Ungkap Peralatan Minim Hingga Puji Kemampuan Kopaska
"Oleh karena itu asah selalu naluri pertempuran kalian dan kesiapsiagaan serta kewaspadaan setiap saat, terutama pada saat kalian melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial dan komunikasi sosial dengan masyarakat harus tetap ada unsur pengamanan yang siaga setiap saat," pesan Yudo.
Selain itu, ia menyampaikan kehadiran TNI di medan operasi merupakan perwujudan dukungan percepatan pembangunan di Papua. Yudo mengatakan, para personel satgas juga dibekali sarana bercocok tanam, buku-buku pelajaran hingga obat-obatan untuk menjamin keamanan rakyat Papua. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































