OPM Minta Tebusan Pembebasan Pilot Susi Air? Ini Kata Menko Polhukam

Jakarta, IDM – Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya akhirnya melepaskan pilot Susi Air Captain Philip Marhtens yang mereka sandera 1 tahun 7 bulan. Menurut Menkopolhukam Hadi Tjahjanto proses negosiasi dilakukan sangat panjang melibatkan berbagai unsur-unsur seperti TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya.
"Dari waktu ke waktu, dari hari ke hari kita terus memantau perkembangan di wilayah Nduga, dan kita bersyukur apa yang kita inginkan di lapangan bisa berjalan dengan baik. Namun dalam proses negosiasi saya perlu sampaikan bahwa keterlibatan tokoh adat keterlibatan tokoh masyarakat keterlibatan gereja semuanya sangat memengaruhi dalam proses pembebasan ini. Bayangkan satu tahun tujuh bulan kita melakukan negosiasi dan alhamdulillah kita tim satgas dan dibantu oleh seluruh kompenen bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik," kata Hadi dalam konferensi pers penyerahan Captain Philip ke keluarganya di Halim Perdanakusuma, Sabtu, (21/9).
Baca Juga: HUT ke-79, TNI Gelar Kegiatan Sosial Hingga Hadirkan Pagelaran Wayang
Lebih lanjut kata Hadi, selama proses negosiasi pihaknya selalu mengedepankan persuasif jadi OPM tak sedikitpun meminta tebusan.
"Tidak ada yang mereka minta, kita hanya pendekatan secara persuafis. Ya, di Papua, saat ini terus dilakukan proses pembangunan untuk mensejahterakan rakyat Papua. Dalam proses pembangunan karena beratnya medan maka kita melibatkan TNI maupun Polri untuk mengamankan proses pembangunan tersebut dan bagian yang kita sampaikan atau kita berikan dukungan adalah di wilayah -wilayah yang ada gangguan dan sampai saat ini terus kegiatan ini kita laksanakan," jelas Hadi.
Baca Juga: Dibebaskan OPM, Pilot Susi Air Langsung Tes Medis, Psikologi dan Diterbangkan ke Jakarta
Sebelumnya diberitakan bahwa Captain Philip berhasil dibebaskan dan dijemput oleh tim gabungan TNI-Polri bertempat di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kab Nduga dan langsung diterbangkan menuju Mako Brimob Batalyon B/Timika, Sabtu, (21/9).
Selanjutnya Captain Philip langsung dibawa ke ruangan khusus untuk dilakukan mitigasi medis sekaligus memastikan kondisi psikologisnya dalam keadaan stabil. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































