Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal Richard Tampubolon menerima penghargaan dari pemerintah Selandia Baru atas jasanya dalam proses pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM).
TNI AD dari Satuan Tugas (Satgas) Yonif 408/Suhbrastha (Sbh), Pos Nenggeagin kembali mengaktifkan kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Dasar (SD) Nenggeagin, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya akhirnya melepaskan pilot Susi Air Captain Philip Marhtens yang mereka sandera 1 tahun 7 bulan. Menurut Menkopolhukam Hadi Tjahjanto proses negosiasi dilakukan sangat panjang melibatkan berbagai unsur-unsur seperti TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya.
Pilot Susi Air, Philip Mark Martein resmi dibebaskan OPM pimpinan Egianus Kogoya. Kapuspen TNI, Mayjen TNI Hariyanto memastikan Philip kini berada dalam kondisi yang stabil dan saat ini tengah menjalani beberapa tretment antara lain, pemeriksaan medis, psikologi dan pengambilan keterangan aeal kemudian persiapan untuk di terbangkan ke Jakarta, menggunakan pesawat boeing TNI AU.
Setelah disandera kurang lebih 1,5 tahun pilot Susi Air, Kapten Philip akhirnya dibebaskan. Pilot tersebut disandera oleh Kelompok Krimal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) Egianus Kogoya di wilayah Nduga.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa dunia internasional tidak boleh campur tangan dalam upaya membebaskan Pilot Susi Air asal Selandia Baru Philip Mark Mehrtens yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
Pangdam XVII Cenderawasih ya baru Mayjen TNI Izak Pangemanan menyatakan, pembebasan sandera yang hingga kini ditawan KKB lebih mengedepankan komunikasi.