TNI AD Aktifkan Sekolah yang Terhenti Akibat Insiden Pilot Susi Air Disandera

Jakarta, IDM – TNI AD dari Satuan Tugas (Satgas) Yonif 408/Suhbrastha (Sbh), Pos Nenggeagin kembali mengaktifkan kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Dasar (SD) Nenggeagin, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Sekolah ini sempat terhenti akibat insiden penyanderaan pilot Susi Air pada tahun 2023 lalu.
Dilansir dari keterangan Penyonif 408/Sbh, Selasa (11/11), Komandan Pos (Danpos) Nenggeagin, Kapten Inf Subur mengatakan sejak peristiwa penyanderaan tersebut, sebagian besar warga mengalami ketakutan serta para guru tidak ada yang mengajar.
Baca Juga: TNI AL Kenalkan Sistem Kendali MSALI, Berharap Interoperabilitas Informasi Maritim Lebih Solid
"Hal ini menyebabkan aktivitas pendidikan lumpuh total. Kini, setelah situasi keamanan dinilai kondusif, Satgas Yonif 408 hadir memfasilitasi membuka kembali sekolah Dasar di wilayah itu," kata Subur.
Lebih lanjut ia menjelaskan bawah para personel Satgas membantu memperbaiki bangunan sekolah yang rusak, membersihkan lingkungan dan menyalurkan perlengkapan belajar bagi para siswa seperti seragam dan alat tulis. Beberapa prajurit juga ikut mendampingi proses belajar sebagai tenaga bantu sambil menunggu guru-guru kembali bertugas.

"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat Papua, khususnya di bidang pendidikan. Anak-anak di Nenggeagin adalah generasi masa depan bangsa. Kami ingin memastikan mereka tetap bisa bersekolah dan memiliki harapan di tengah situasi sulit,” ujarnya.
Baca Juga: 407 Peserta Lulus Seleksi TNI AD dan akan Ikut Pendidikan Bintara
Ia memastikan masyarakat setempat menyambut baik dibukanya kembali sekolah tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian TNI dalam menjaga keamanan dan membantu memulihkan kegiatan pendidikan.
"Satgas Yonif 408/Sbh akan selalu menunjukkan komitmen kuatnya terhadap pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua, terutama dalam bidang pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau demi masa depan Anak Papua," pungkas Subur. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































