407 Peserta Lulus Seleksi TNI AD dan akan Ikut Pendidikan Bintara

Jakarta, IDM – Sebanyak 407 peserta lulus seleksi TNI AD di Kodam II/Sriwijaya. Mereka nanti akan menempuh pendidikan Bintara.
Dilansir dari keterangan Penkodam II/Sriwijaya, Senin (10/11), para peserta ini akan menempuh pendidikan militer pada Kamis, 13 November 2025 mendatang.
Baca Juga: Puluhan Prajurit Koarmada II Dilatih Kendalikan Meriam 40mm
"Kalian telah membuktikan diri sebagai yang terbaik. Ini adalah awal dari perjalanan panjang. Jadilah seorang prajurit dalam pengabdian sejati kepada Ibu Pertiwi. Kobarkan semangat baja, tanamkan disiplin tinggi dan tempa diri kalian dengan keras untuk menjadi prajurit profesional yang tangguh," tulis keterangan Penkodam II/Sriwijaya.
Untuk diketahui, pendidikan pertama bintara TNI AD akan berlangsung selama lima bulan. Biasanya, pelaksanaan pendidikan ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu pendidikan dasar keprajuritan dan pendidikan dasar golongan Bintara.
Baca Juga: AL Singapura Bawa Kapal Latih Multifungsi MV Mentor ke Jakarta
Saat lulus pendidikan pertama, prajurit bintara akan mendapatkan pangkat pertamanya. Ia menyandang pangkat Sersan Dua TNI AD. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































