Mutasi Pati TNI di Kemhan: Letjen Agus Widodo Waka BIN, Dirjen Strahan Kemhan Diemban Mayjen Bagus Suryadi

Jakarta, IDM – Pergantian sejumlah jabatan strategis terjadi di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.
Letnan Jenderal TNI Agus Widodo, yang semula menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Strategi Pertahanan (Strahan) Kemhan RI, kini ditunjuk menjadi Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), dalam surat mutasi terbaru perwira tinggi (pati) TNI.
“Beliau (Agus Widodo) menjadi Waka BIN,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Selasa (5/5).
Baca Juga: Terbatasnya Tenaga Kerja Saat Musim Tanam, Satgas Pamtas Bantu Petani Tanami Padi
Agus Widodo bakal menggantikan Komisaris Jenderal (Pol) Imam Sugianto yang menuju usia pensiun.

Saat menjabat Dirjen Strahan, Agus Widodo masih berpangkat Mayor Jenderal TNI. Namun, saat menyambut Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (3/5), Agus terlihat sudah mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) dengan bintang tiga di pundak (Letjen).
Sebagai gantinya, jabatan Dirjen Strahan Kemhan diemban Mayjen Bagus Suryadi Tayo yang kini menjabat Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3/Kostrad.
Baca Juga: TNI Sulap SD di Kampung Asai jadi Lebih Layak, Pendidikan Anak Papua Makin Terdukung
Kabar Mayjen Bagus Suryadi menjadi Dirjen Strahan juga telah diungkap Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat memperkenalkan jajarannya kepada Menhan Jepang Koizumi di Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Kemhan RI, Senin (4/5).
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie didampingi sejumlah pejabat teras Kemhan RI, termasuk Letjen Agus Widodo dan Mayjen Bagus Suryadi.
“Saya juga didampingi calon Dirjen Strahan,” kata Sjafrie ketika memperkenalkan jajaran ke Menhan Jepang Koizumi. (nma)
Hankam

Penerbang Helikopter Caracal TNI AU Uji Kemampuan Water Bombing dari KRI Sriwijaya
Penerbang helikopter Caracal TNI AU menggelar latihan Shipboard Operation dengan menguji kemampuan water bombing dari KRI Sriwijaya-100 guna meningkatkan kesiapan operasi penanggulangan karhutla dan memperkuat interoperabilitas antarmatra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































