HANKAM

Mudik Gratis TNI AL: KRI Banda Aceh Angkut 1.447 Pemudik dan 503 Motor ke Jateng-Jatim

KRI Banda Aceh-593
Menko Polkam Djamari Chaniago didampingi KSAL Laksamana Muhammad Ali dan Ketua Baznas Sodik Mudjahid berfoto bersama para pemudik dan kru di depan KRI Banda Aceh-593 sebelum keberangkatan dari dermaga Kolinlamil, Jakarta, Selasa (17/3). (Foto: Dok Dispenal)

Jakarta, IDM – Gelombang kedua program mudik gratis TNI AL resmi diberangkatkan. KRI Banda Aceh-593 bertolak dari dermaga Kolinlamil, Jakarta, Selasa (17/3), membawa 1.447 orang dan 503 unit sepeda motor dengan rute Jakarta-Semarang-Surabaya.

Pelepasan ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sodik Mudjahid. Kehadiran KRI Banda Aceh-593 menjadi solusi konkret pemerintah untuk menekan angka kecelakaan pemudik motor di jalan raya sekaligus memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat.

Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan, keterlibatan personel dan alutsista TNI AL adalah bukti nyata kepedulian negara.

Baca Juga: 242 Taruna AAU dan Siswa PSDP Berhasil Meraih Wing Para usai Tuntaskan Susparadas A-209

"Kepedulian pemerintah kepada masyarakat tidak ada batasnya. Kami curahkan semua apa yang kami punya untuk kepentingan masyarakat agar bisa mudik dengan aman dan nyaman," tegas Djamari.

Tak hanya soal keamanan kendaraan di dalam palka kapal, pemudik juga dimanjakan dengan fasilitas konsumsi. Ketua Baznas Sodik Mudjahid memastikan seluruh peserta mendapatkan layanan makan dua kali sehari selama pelayaran.

"Kami mendukung dengan makannya, dan kami juga memberikan bingkisan untuk para kru kapal," ujar Sodik.

Djamari Chaniago dan Muhammad Ali
Menko Polkam Djamari Chaniago dan KSAL Laksamana Muhammad Ali meninjau langsung kondisi dan menyapa para pemudik yang berada di dalam palka KRI Banda Aceh-593. (Foto: Dok. Dispenal)

Kesuksesan Rute Perdana Jakarta-Bangka Belitung

Keberangkatan KRI Banda Aceh hari ini menyusul kesuksesan luar biasa pada gelombang pertama. Dua hari sebelumnya, Minggu (15/3), TNI AL mencatat sejarah dengan membuka rute baru Jakarta-Bangka Belitung menggunakan KRI Semarang-594.

Antusiasme warga di rute perdana tersebut sangat tinggi, ribuan kuota ludes hanya dalam waktu dua hari setelah diumumkan. Sebanyak 1.239 peserta beserta kendaraan roda dua mereka telah diberangkatkan lebih dulu dan dijadwalkan tiba di Belitung hari ini, 17 Maret.

Baca Juga: KSAD Datangi Grup 1 Kopassus, Beri Pesan kepada Seluruh Prajurit

Operasi Kemanusiaan TNI AL

KSAL Laksamana Muhammad Ali menyampaikan, program tahunan ini akan terus ditingkatkan kualitasnya. Sesuai jadwal, KRI Banda Aceh-593 akan singgah di Semarang pada 18 Maret sebelum mengakhiri perjalanan di Surabaya sebagai tujuan akhir.

Langkah ini merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat agar alutsista TNI dapat dilibatkan secara aktif untuk membantu kelancaran mudik Lebaran Idul Fitri 2026. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.