HANKAM

Momen ScanEagle Puspenerbal Jalankan Misi Pengintaian dalam Operasi Amfibi Latma Carat 2025

UAV ScanEagle
UAV ScanEagle di bawak Skuadron 700 Puspenerbal terlibat dalam latihan bersama Carat 2025 dengan US Navy di Situbondo, Minggu (29/6). (Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Jakarta, IDM – Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal) mengerahkan kemampuan operasi pesawat nirawak (UAV) ScanEagle dalam latihan bersama 'Cooperation Afloat Readiness and Training' (Carat) 2025 dengan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) di Situbondo, Jawa Timur, yang berlangsung dari 28-29 Juni.

Kepala Bidang Aviasi Carat 2025 Mayor Laut (P) Marwanto, menjelaskan UAV ScanEagle pada latihan ini berfungsi mengumpulkan data intelijen, pengawasan, dan pengintaian sebagai dukungan mobilitas pasukan Marinir dalam skenario operasi amfibi.

"Latihan ini dilaksanakan untuk mengumpulkan data visual dan informasi strategis seputar wilayah operasi," jelas Marwanto, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Selasa (1/7).

Baca Juga: TNI AD Jelaskan Asal-usul Tanah Blang Padang, Sudah Digunakan Sejak BKR

Selama latihan, UAV ScanEagle berhasil merekam citra udara secara akurat dan efektif, yang dimanfaatkan untuk mendukung proses perencanaan dan pelaksanaan operasi oleh pasukan Marinir.

"Fungsi intelijen, pengawasan, dan pengintaian yang dijalankan oleh UAV ini memungkinkan pemantauan wilayah secara berkelanjutan, memberikan keunggulan situasional dalam medan operasi," ungkapnya.

Marwanto juga menyampaikan, UAV ScanEagle memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas operasi laut.

Baca Juga: Di Lebanon, Prajurit TNI Belajar Berbagai Jenis Bom dan Bahayanya

"ScanEagle mampu menyajikan informasi real-time yang akurat terkait kondisi wilayah operasi sehingga mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam pelaksanaan operasi," kata Marwanto.

Sementara Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menegaskan mehadiran UAV ScanEagle memberikan nilai strategis bagi operasi laut TNI AL.

"Teknologi ini menjadi aset penting dalam memperkuat kemampuan pengumpulan data taktis dan strategis di medan operasi serta meningkatkan keselamatan dan efisiensi misi yang dijalankan," jelasnya.

Baca Juga: Tiba di Lanud SIM Aceh, F-16 TNI AU Siap Dikerahkan dalam Latihan Cakra C 2025

Adam melanjutkan, latihan yang melibatkan operasional UAV ScanEagle ini bertujuan meningkatkan kesiapan dan kemampuan personel TNI AL dalam pelaksanaan operasi laut berbasis teknologi dan informasi.

Dengan dukungan UAV ScanEagle, pasukan memperoleh informasi visual yang relevan, real-time, dan berkelanjutan, yang berkontribusi langsung terhadap keberhasilan misi dan keselamatan personel di lapangan.

"Carat 2025 menjadi momentum penting bagi TNI AL untuk memperluas wawasan, meningkatkan interoperabilitas serta mempererat hubungan militer dengan US Navy melalui latihan bersama yang bersifat strategis dan aplikatif," ujar Adam. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.