Mengenal Bradley, Ranpur AS yang akan dikirim ke Ukraina

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS) sepakat untuk memasok persenjataan militer yang kesekian kalinya pada Ukraina di awal tahun 2023. Rencana ini dikemukakan Biden setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan bantuan tambahan untuk menghadapi invasi Rusia yang memasuki bulan ke-6.
Dilansir dari Reuters, AS diperkirakan akan mengirim sekitar 50 unit Bradley Fighting Vehicle (BFV), sebuah kendaraan tempur lapis baja yang dinamai dari pemimpin pasukan AS saat Perang Dunia II, Jenderal AS Omar Bradley. Ranpur ini dirancang sebagai pengintai dengan pelindung lapis baja dari tembakan musuh.
Bradley dikembangkan pada 1970an dan mulai dioperasikan sepuluh tahun kemudian. Diproduksi oleh BAE Systems Land & Armaments (BAES.L), total yang telah dibuat sebanyak 6.724 unit. Bradley memiliki berat sekitar 27 hingga 36 ton, tergantung dari lapisan pelindung. Ranpur lapis baja medium ini dioperasikan oleh tiga awak yang mampu membawa enam tentara di medan perang dan melaju dengan kecepatan maksimal 61 mph.
Baca: Ini Spesifiksi AMX-10 RC yang Prancis akan Dikirim ke Ukraina
Bradley dilengkapi dengan senapan M242 25 mm, senapan mesin M240C 7,62 mm dan rudal anti tank TOW yang mampu menjangkau target dengan jarak maksimum 3.750 m. Rudal TOW Bradley diklaim sebagai penghancur tank yang efektif dan Ukraina dapat menggunakannya bersama dengan tank yang telah ada, sebagai bagian dari strategi yang disebut pertahanan gabungan mekanis. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































