Ini Spesifiksi AMX-10 RC yang Prancis akan Dikirim ke Ukraina

BACA JUGA

ads-custom-1

Jakarta, IDM – Perancis memutuskan untuk memasok bantuan tambahan berupa kendaraan tempur lapis baja AMX-10 RC pada Ukraina. Ranpur yang mulai dioperasikan sejak 1980-an ini dinilai memiliki performa tinggi di medan perang.

AMX-10 RC digunakan oleh Angkatan Darat Prancis sebagai kendaraan lapis baja pengintai atau Reconnaissance Armored Vehicle. Ranpur ini mulai dikembangkan pada tahun 1976 oleh Atelier de Construction d’Issy-les-Moulineaux (AMX) dan mulai digunakan Prancis pada 1981. Kemudian pada tahun 2003, ranpur tersebut ditingkatkan dalam hal perlindungan, mobilitas dan daya tembak.

Dilansir dari Weaponsystem.net, AMX-10 RC memiliki daya tembak yang sangat besar untuk ranpur pengintai. Senjata utamanya adalah meriam semi-otomatis 105 mm dan satu senapan mesin koaksial 7,62 mm yang dipasang di palka komandan. Ranpur dengan berat sekitar 16 sampai 22 ton, memiliki mobilitas yang baik berkat enam roda besarnya.

Desain Ranpur ini terdiri dari tiga bagian utama dimana pengemudi duduk sebelah kiri depan lambung, kubah meriam ada di tengah bersama komandan, penembak dan pemuat amunisi, lalu mesin ada di bagian belakang. Terlepas dari ukuran dan beratnya, AMX-10 RC dapat melaju dengan kecepatan maksimum 85 km per jam dan jarak jelajahnya hingga 1.000 km tanpa mengisi bahan bakar.

Baca: Mengenal Rudal Mistral Alutsista Mematikan Milik Prajurit Gagak Hitam

AMX-10 RC dilengkapi dengan pelapis tambahan yang terdiri dari pelat baja. Pelapis ini memberikan tingkat perlindungan lebih terhadapi personil di dalamnya dari tembakan senjata ringan dan serpihan peluru. (bp)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER