Hamas Bersedia Damai, Jika Syarat Ini Terpenuhi

Jakarta, IDM – Seorang pejabat tinggi Hamas mengatakan bahwa pihaknya bersedia 'meletakkan senjatanya' dan berubah menjadi partai politik jika negara Palestina merdeka didirikan berdasarkan garis perbatasan sebelum 1967.
Dilansir dari AP, Kamis (25/4), pernyataan itu diungkapkan oleh Khalil al-Hayya di tengah kebuntuan perundingan gencatan senjata selama berbulan-bulan. Perang di Gaza telah memuncak sejak 7 Oktober lalu dan kini pemboman maupun serangan darat Israel telah menewaskan lebih dari 34.000 warga Palestina.
Baca Juga: Iran dan Pakistan Desak Dewan Keamanan PBB Segera Tindak Israel
Al-Hayya menyebut Hamas akan menerima “negara Palestina yang berdaulat penuh di Tepi Barat dan Jalur Gaza serta kembalinya pengungsi Palestina sesuai dengan resolusi internasional,” jika disepakati wilayah Palestina sesuai garis perbatasan sebelum tahun 1967.
“Semua pengalaman orang-orang yang melawan penjajah, ketika mereka merdeka dan memperoleh hak-hak dan negaranya, apa yang dilakukan kekuatan-kekuatan ini? Mereka berubah menjadi partai politik dan kekuatan tempur yang mereka bela berubah menjadi tentara nasional,” ujarnya.
Baca Juga: AS Diam-diam Kirim Rudal ATACMS ke Ukraina
Hamas menginginkan negara Palestina merdeka, yang wilayahnya termasuk Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza, yang direbut Israel dalam perang tahun 1967. Meskipun komunitas internasional sangat mendukung solusi dua negara, pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas menolak. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































