HANKAM

Menang Tanpa Senjata: Cara TNI AD Rangkul 2 Batalion OPM Kembali ke NKRI

Upacara pelepasan
Upacara pelepasan Satgas Pamtas RI–PNG dari Yonif 410/Alugoro. (Foto: Dok. Yonif 410/Alugoro)

Jakarta, IDM – Konflik di Papua tak selalu berakhir dengan pertempuran atau kontak senjata. Hal ini dipastikan Yonif 410/Alugoro, satuan TNI AD yang bertugas di Papua.

Dilansir dari keterangan Penyonif 410/Alugoro, Sabtu (26/9), pasukan pemukul reaksi cepat ini berhasil mengembalikan dua batalion Organisasi Papua Merdeka (OPM) yaitu Kodap Sorong Raya kembali ke NKRI melalui pendekatan yang humanis.
‎
Pasukan bermaskot Palu Alugoro ini pun mendapatkan plakat penghargaan di akhir tugas mereka selama satu tahun di Papua.

Baca Juga: Spesifikasi Kendaraan Tempur AAV Marinir yang Baru Tiba dari AS

Pangdam XVIIl/Kasuari, Mayjen TNI Cristian Kurnianto saat memimpin upacara pelepasan satuan ini di Kabupaten Manokwari beberapa waktu lalu mengatakan ‎Yonif 410/Alugoro berhasil menuntaskan tugas pengamanan perbatasan sekaligus melaksanakan pembinaan teritorial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, selama kurang lebih satu tahun.
‎
Menurutnya, keberhasilan Satgas tidak hanya diukur dari terjaganya stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dari kehadiran prajurit yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di daerah penugasan.

"Selama kurang lebih satu tahun penugasan, mereka memberikan kontribusi yang luar biasa. Bukan hanya soal keamanan, tetapi juga turut mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat,” ujar Cristian.

Baca Juga: TNI AL dan Prancis Bahas Peningkatan Kualitas Prajurit di Surabaya
‎
Ia membeberkan berbagai program pembinaan teritorial yang dilaksanakan Satgas telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mulai dari pelayanan kesehatan, pendampingan pendidikan bagi anak-anak, pembangunan infrastruktur sederhana, pemberian makan bergizi gratis, hingga pelayanan kesehatan keliling di kampung-kampung terpencil.
‎
‎Pelepasan Satgas Pamtas RI–PNG ini menjadi penanda berakhirnya satu tahun pengabdian yang tidak hanya menjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga meninggalkan jejak kemanusiaan melalui berbagai aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Papua.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.