HANKAM

TNI AL dan Prancis Bahas Peningkatan Kualitas Prajurit di Surabaya

Catherine Vautrin
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin memberi sambutan saat berkunjung ke Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya, Kamis (24/9). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin di Moro Krembangan, Jawa Timur, Kamis (24/9). Kunjungan diplomasi ini berfokus pada penguatan kerja sama pendidikan militer serta peningkatan kualitas prajurit matra laut kedua negara.

Gubernur AAL Laksda TNI Sigit Santoso bersama Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Edwin menyambut langsung rombongan delegasi Prancis tersebut. Mereka mengajak Vautrin mengelilingi lingkungan kampus untuk melihat fasilitas serta pola pembinaan para calon perwira.

Baca Juga: Penyelam TNI AL Evakuasi 14 Jenazah Korban KM Virgo Transport di Kalsel

Di sela peninjauan, Vautrin menyempatkan diri memasuki ruang kelas dan menyapa langsung para taruna AAL yang sedang mendalami bahasa Prancis. Interaksi ini menjadi ajang pertukaran pengalaman sekaligus pemantauan kemampuan bahasa asing para calon pimpinan TNI AL.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menyebut pertemuan di kampus akademi ini memegang peran krusial dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) militer.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan pertukaran pengalaman di bidang pendidikan serta pembinaan personel militer kedua negara," kata Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (25/9).

Selain mempererat kerja sama pendidikan prajurit, kedua negara memanfaatkan momentum ini untuk menjajaki pengembangan teknologi alutsista, khususnya kemampuan kapal selam. Sinergi internasional ini merujuk pada arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam menyiapkan prajurit yang adaptif terhadap dinamika maritim.

Baca Juga: Spesifikasi Kendaraan Tempur AAV Marinir yang Baru Tiba dari AS

Tunggul menegaskan, kolaborasi di AAL ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat kesiapan operasional pasukan di perairan strategis.

"TNI AL terus mendukung penguatan kerja sama pertahanan maritim untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, kemampuan teknologi, serta kesiapan menghadapi dinamika lingkungan strategis maritim," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.