Masuk Selat Sunda, KRI Canopus-936 Tiba di Indonesia

Jakarta, IDM – Kapal perang terbaru milik TNI AL, KRI Canopus-936, resmi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Selasa (6/5). Kedatangan kapal Bantu hidro-oseanografi jenis ocean going atau penjelajah samudera tercanggih ini mendapat sambutan khusus melalui sinergi unsur laut dan udara di Selat Sunda.
Pesawat udara Casa 212-200 MPA P-8202 dari Wing Udara 1 melakukan flypast atau terbang rendah sebagai bentuk penghormatan saat kapal buatan Jerman tersebut melintasi batas laut kedaulatan nasional. Mayor Laut (P) Musmuliadi yang mengawaki pesawat tersebut juga melaksanakan komunikasi radio dan pengambilan foto udara (photo exercise) di atas dek kapal sepanjang 105 meter itu.
Baca Juga: Vanahan Gesit 2026, Grup 1 Angkut Tingkatkan Kesiapan Operasional dalam OMP dan OMSP
Sebelum menyentuh perairan nusantara, kapal hasil kolaborasi galangan Abeking & Rasmussen Jerman dengan PT Palindo Marine Batam ini telah menempuh misi panjang lintas benua sejak Maret 2026. KRI Canopus-936 tercatat sukses menaklukkan ganasnya Samudra Atlantik Selatan sebelum menuntaskan etape terakhir di Mauritius pada akhir April lalu. Dalam pelayaran sejauh ribuan mil laut tersebut, seluruh sistem robotik dan perangkat riset bawah laut tetap berfungsi presisi.

Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Dani Widjanarka, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keterlibatan awak pesawat dalam penyambutan alutsista maritim tersebut. Beliau menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dalam mendukung kehadiran armada riset masa depan Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Ini Fungsinya
"Terima kasih atas pelaksanaan giat tersebut. Tetap perhatikan keselamatan terbang selama di daerah operasi," tegas Dani mengapresiasi kinerja kru pesawat P-8202, dikutip dari keterangan Puspenerbal.
Kapal yang diawaki oleh 93 prajurit pilihan ini membawa teknologi mutakhir berupa kendaraan bawah air otomatis (Autonomous Underwater Vehicle) dan kendaraan bawah air kendali jarak jauh (Remotely Operated Vehicle) yang mampu memetakan dasar samudra hingga kedalaman 11.000 meter. Kehadiran KRI Canopus-936 kini memperkuat tugas Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam memetakan kekayaan bawah laut serta menjaga kedaulatan maritim nasional dengan akurasi data yang lebih tajam. (at)
Hankam

Satgas TNI Sita Senjata OPM saat Susuri Sungai di Yahukimo, Sempat Diwarnai Kontak Tembak
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir menyita senjata rakitan dan perlengkapan OPM di Kali Braza, Yahukimo, setelah terlibat kontak tembak singkat tanpa korban jiwa.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































