HANKAM

Marinir Bidik Alutsista Canggih di AS, Kelanjutan Pengadaan AAV jadi Bahasan Utama

Aslog Pangkormar Brigjen (Mar) Efhardian
Aslog Pangkormar Brigjen (Mar) Efhardian (kiri), mengamati presentasi dari perwakilan industri pertahanan BAE Systems mengenai sistem teknologi militer terbaru di ajang Modern Day Marine 2026, Washington D.C., AS. (Dok. Foto: Instagram/marinir_tni_al)

Jakarta, IDM – Korps Marinir menindaklanjuti rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memastikan kelanjutan pengadaan kendaraan tempur Amphibious Assault Vehicle (AAV) serta penjajakan teknologi militer terbaru.

Asisten Logistik Panglima Korps Marinir (Aslog Pangkormar) Brigjen (Mar) Efhardian hadir mewakili Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi dalam ajang Modern Day Marine 2026. Pameran ini merupakan kiblat inovasi teknologi operasi pesisir yang digelar di Washington D.C., pada 28-30 April 2026.

Baca Juga: Inovasi Politeknik Angkatan Darat, Ubah Sampah Plastik jadi BBM

Progres Pengadaan AAV

Dalam agenda tersebut, Efhardian mengadakan pertemuan khusus dengan Direktur Pengadaan Alutsista Korps Marinir AS (USMC), Brigjen Tamara Campbell. Diskusi ini membahas kepastian lini masa pengiriman dan teknis pengadaan kendaraan pengangkut personel amfibi tersebut.

"Kami hadir untuk memastikan kerja sama alutsista antara Korps Marinir Indonesia dan USMC berjalan lancar, termasuk keberlanjutan program AAV untuk memperkuat kesiapan operasional satuan," kata Efhardian, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (5/5).

Efhardian menambahkan, Indonesia menitikberatkan pada aspek peningkatan kapabilitas pengawak melalui pelatihan dan transfer teknologi. "Kerja sama ini bukan sekadar pengadaan unit, tapi mencakup transfer ilmu agar personel kami memiliki kesetaraan kemampuan teknis dengan mitra internasional," tegasnya.

Pihak USMC melalui Campbell menyatakan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati kedua belah pihak.

Baca Juga: Poin-poin DCA yang Ditandatangani Menhan Sjafrie-Menhan Jepang, Belum Ada Kesepakatan Pembelian Alutsista

Diplomasi Militer dan Hubungan Bilateral

Selain membedah teknologi dari 350 industri pertahanan, delegasi Marinir juga menyambangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. untuk bertemu Duta Besar RI Indroyono Soesilo. Pertemuan ini bertujuan melaporkan progres diplomasi militer yang sedang dilakukan di AS.

Indroyono menilai langkah Korps Marinir ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam kerangka kerja sama pertahanan Major Defense Cooperation Partnership.

"Pemerintah mendukung penuh komunikasi strategis ini. Selain urusan alutsista, ini adalah bagian dari penguatan interoperabilitas atau kemampuan untuk bekerja sama dalam operasi gabungan antara TNI AL dan USMC," ujar Indroyono.

Baca Juga: Prajurit TNI AD Dibekali Sepeda Balap Dukung Ajang Tour de Singkawang 2026

Pantau Teknologi Lintas Domain

Selama pameran, delegasi juga berdiskusi dengan Direktur Program Kerja Sama Material Internasional Angkatan Laut AS William Carty, serta Aslog USMC Letjen Stephen Sklenka. Pihak AS membuka peluang kerja sama seluas-luasnya, termasuk pada teknologi multi-domain operations yang menggabungkan kekuatan darat, laut, dan udara dalam satu sistem terintegrasi.

Langkah maraton di Washington ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Korps Marinir untuk terus memperbarui sistem persenjataan sesuai dengan dinamika keamanan kawasan saat ini. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.