HANKAM

Lancarkan Serangan ke Israel, Ini Penjelasan Kementerian Luar Negeri Iran

Iran
Serangan udara Iran ke Israel. (Foto: Dok. Twitter @nabeel_AMU)

Jakarta, IDM – Pemerintah Iran, melalui Kementerian Luar Negerinya, merilis pernyataan resmi pasca militer mereka melancarkan serangan ke Israel pada Minggu (14/4).

Iran menyebut langkah tersebut merupakan upaya untuk membela diri sekaligus respons atas serangan yang telah dilakukan pihak Israel terhadap fasilitas diplomatik Iran di Damaskus pada 1 April 2024.

"Pada hari ini (14 April 2024) angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam menjalankan hak wajarnya untuk membela diri seperti yang diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sebagai tanggapan pembalasan terhadap agresi militer berulang-ulang rezim Zionis, di mana menyebabkan kesyahidan para penasihat militer resmi Iran yang secara resmi hadir di Suriah atas undangan pemerintah Suriah dan beraktivitas di sana," tulis Kemlu Iran melalui Kedubes Iran di Jakarta dalam siaran persnya, Minggu (14/4).

Baca Juga: Yonif 733/Raider, Pasukan Elite TNI AD di Kota Ambon

Iran menegaskan, pihaknya akan terus mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan kepentingan nasionalnya dari berbagai bentuk penggunaan kekuatan ilegal dan agresi.

"Apabila diperlukan maka Republik Islam Iran tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang lebih defensif untuk melindungi kepentingan sahnya dari tindakan militer agresif dan penggunaan kekuatan ilegal," ungkap Kemlu Iran.

"Republik Islam Iran mempergunakan kesempatan ini untuk menekankan kembali kepatuhannya terhadap prinsip-prinsip dan tujuan piagam PBB serta hukum internasional," sambungnya.

Baca Juga: Mengenal Resolusi DK PBB 2538, Terobosan Indonesia untuk Pasukan Perdamaian Perempuan

Pada kesempatan yang sama, Iran juga menyebut serangan terhadap Israel merupakan bentuk tanggung jawab Iran terhadap perdamaian di kawasan.

"Tindakan defensif Republik Islam Iran dalam menjalankan haknya untuk membela diri menunjukkan pendekatan bertanggung jawab Iran terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional pada saat tindakan ilegal dan genosida yang dilakukan oleh rezim apartheid Zionis terhadap bangsa Palestina dan agresi militer terhadap pemerintah negara-negara di kawasan dengan tujuan memperluaskan api peperangan terus dilakukan oleh rezim Zionis," pungkas Kemlu Iran. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.