Kunker ke Kalimantan, Wakil KSAU Tinjau Lokasi IKN hingga Kesiapan Lanud Dhomber Jelang HUT ke-79 RI

Jakarta, IDM - Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI Andyawan Martono Putra melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kalimantan dengan menggunakan pesawat C-130J Super Hercules dan tiba di Lanud Dhomber, Balikpapan, Rabu (20/3).
Kunker tersebut dilakukan dalam rangka mengecek kesiapan unsur TNI AU dalam mendukung perayaan HUT ke-79 RI di IKN, mulai dari kesiapan personel, alutsista, infrastruktur, serta unsur pendukung lainnya.
Di samping itu, kunker kali ini sekaligus menjadi wujud nyata atas komitmen TNI AU dalam mendukung kesuksesan acara peringatan kemerdekaan Indonesia.

“Kunjungan ini dilakukan dalam rangka melihat sejauh mana kesiapan pangkalan udara (Lanud Dhomber) kita, yang akan mendukung kegiatan di bulan Agustus 2024, yaitu pelaksanaan HUT ke-79 RI,” kata Wakil KSAU dikutip dari keterangan TNI AU, Kamis (21/3).
Usai meninjau kesiapan Lanud Dhomber, Wakil KSAU beserta rombongan kemudian bertolak menuju IKN dan meninjau sejumlah lokasi pembangunan, di antaranya Istana Negara; lapangan upacara; rusun Paspamres; dan terakhir di Menara Pandang Sumbu Barat. (yas)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































