Kunjungi Markas US INDOPACOM, Panglima TNI Napak Tilas Serangan Pearl Harbour

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono melakukan napak tilas serangan Pearl Harbour di Hawaii, Amerika Serikat (AS). Kesempatan tersebut ia lakukan saat mengunjungi Markas Komando Militer AS untuk wilayah Indo-Pasifik (US INDOPACOM), Jumat (23/6).
"Napak tilas serangan Pearl Harbour menggunakan kapal dan tabur bunga ke USS Arizona Memorial, kapal perang Amerika yang karam dalam serangan oleh Jepang pada perang dunia kedua," demikian keterangan dari Puspen TNI, dikutip pada Senin (26/6).
Baca Juga: Komandan KRI Bima Suci Kunjungi Fasilitas Pendidikan Angkatan Laut Prancis
Dalam kesempatan tersebut, kedua pejabat militer juga berdiskusi mewujudkan komitmen menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang damai dan sejahtera. Mereka merancang peluang kerja sama antara TNI dan US INDOPACOM.
"Kedua pejabat tinggi militer Indonesia dan Amerika tersebut juga berdiskusi tentang perkembangan situasi keamanan di Laut Cina Selatan," tulis keterangan tersebut.
Baca Juga: Lengkapi Koleksi, Museum PETA Terima Bantuan Hibah Tank dari TNI AD
Selain itu, dibahas pula rencana latihan bersama Super Garuda Shield (SGS) 2023, yang rencananya akan digelar akhir Agustus mendatang. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































